Iswan menambahkan, pemukiman baru ini nantinya akan berdiri dengan konsep hunian yang sehat dan tertata rapi. Infrastruktur desanya pun lengkap. Terdapat rumah ibadah untuk umat Muslim dan Kristiani, sekolah untuk PAUD, SD, SMP hingga SMA, lapangan olahraga dan bermain, serta pos pelayanan kesehatan. Tidak hanya itu, jaringan listrik standar pemerintah dan air bersih pun tersedia di setiap rumah.
“Ini akan menjadi kawasan desa yang ideal. Letaknya sangat dekat dengan kawasan perkebunan masyarakat bila dibandingkan dengan lokasi desa sekarang dan hanya berjarak 1 km dari bibir pantai. Jarak pemukiman baru dengan Desa Kawasi saat ini pun cukup dekat, yakni sekitar 4 km. Jadi letaknya sangat strategis. Belum lagi ketinggian pemukiman baru yang mencapai 16 meter di atas permukaan laut, dapat meminimalisir dampak abrasi dan pasang air laut,” ungkap Iswan.
Wakil Bupati dan rombongan mengunjungi rumah contoh dengan luas bangunan 54m2, 72m2, dan 108m2. Dalam tinjauan tersebut, perwakilan Harita Nickel menjelaskan kualitas bangunan, pembagian ruangan tiap rumah, serta berbagai fasilitas umum dan sosial yang akan disediakan.
Pada kunjungan kerjanya, Iswan juga menyempatkan diri untuk menyapa para pelajar SDN 217 Halsel di Desa Kawasi yang sedang mengikuti ujian akhir. Ia memberi semangat kepada anak-anak yang bersekolah dengan penerapan protokol kesehatan itu.

“Ayo semangat belajar ya semuanya, kalian harus bisa melanjutkan ke jenjang SMP!” ujar Iswan yang disambut dengan riang oleh para murid. Iswan pun berfoto bersama dengan para guru dan murid di depan gedung kelas.
Usai menyapa siswa-siswi, Wabup juga bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Desa Kawasi di antaranya Kepala Desa Kawasi Arifin Saroa, tokoh agama imam Abadan Nomor dan pendeta Edy Karamaha, serta para pemuda. Kunjungan ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, serta menjadi momen untuk semakin bersinergi memajukan Desa Kawasi.
Iswan di akhir kunjungannya berharap agar program ini dapat cepat selesai dan masyarakat mendukung agar program berjalan dengan baik.
“Ini bisa menjadi contoh, tidak hanya di Maluku Utara, tapi juga di Indonesia bahwa pemerintah dengan dukungan perusahaan dapat berkolaborasi untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat dan membangun desa menjadi lebih baik dan maju,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.