Tandaseru — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, merespon baik pengembangan pariwisata Tanjung Pejuang Kapita Ahmadi di Desa Tuada, Kecamatan Jailolo.

Destinasi wisata yang dibangun tahun 2016 itu sempat menjadi promadona warga Halbar. Sayangnya, ketika pandemi Covid-19 merebak lokasi tersebut seakan mati suri dan tak terurus.

Wakil Bupati Halbar, Djufri Muhamad saat diwawancarai usai menghadiri lomba makanan adat tradisional Desa Tuada, Selasa (6/4) mengatakan, pengembangan destinasi wisata hutan mangrove itu menjadi perhatian Pemkab.

“Dulunya itu sangat menarik dan sekarang atap-atapnya, papan, jembatan juga sudah rusak. Padahal dulunya orang beramai-ramai datang dan berfoto-foto. Kemudian ada faktor pantai yang cukup bagus dan wisata Tuada ini sangat terkenal,” ungkap Djufri.

Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhamad (kiri). (Tandaseru/Mardi Hamid)

Dia bilang, pembangunan ulang destinasi wisata ini membutuhkan rancangan program. Sementara faktor keunikan yang sudah ada dulu seperti ibu-ibu berjualan kuliner tetap dipertahankan.

“Jadi kita bangun ulang itu sudah tidak susah. Dan juga kembali kepada masyarakat. Kalau memang tahun ini ada upaya dari Dinas Pariwisata ke sini, kira-kira apa yang dibangun oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, wisata Tanjung Pejuang Kapita Ahmadi ini suasananya sangat menarik karena berhadapan langsung dengan Teluk Jailolo. Saat matahari tenggelam, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan yang amat menarik.

Fasilitas destinasi wisata Tanjung Pejuang Kapita Ahmadi di Desa Tuada yang rusak. (Tandaseru/Mardi Hamid)

“Saya berharap ke depannya Dinas Pariwisata juga bisa sharing dengan Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat agar bisa dikembangkan kembali,” tukas Djufri.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Halbar, Fenny Kiat menyatakan, dirinya sangat mendukung pengembangan kembali Tanjung Pejuang Kapita Ahmadi ini.

“Kemudian harusnya tanggung jawab ini adalah menjadi tanggung jawab bersama dari Pemerintah Desa dan juga seluruh masyarakat khususnya Desa Tuada untuk mengembangkan pariwisata,” pungkasnya.