Tandaseru — Wakil Bupati Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, Djufri Muhammad mengambil langkah melakukan penertiban guru-guru yang bertugas di Kecamatan Loloda.

Pasalnya, beberapa waktu lalu ia mendapat informasi tentang adanya sejumlah SD dan SMP di Loloda yang hanya memiliki 2 orang guru.

Djufri saat ditemui di Kantor Bupati, Kamis (1/4) mengatakan, sebelumnya dirinya sudah pernah memanggil Kepala Dinas Pendidikan. Kadiknas diperintahkan segera melakukan penertiban sambil membuat kajian soal kendala tenaga pengajar bertugas di Loloda.

“Misalnya ada yang tidak betah di sana, mungkin secara geografis. Makanya saya minta seluruh guru-guru yang bertugas di Loloda itu mereka diutamakan mendapatkan tunjangan daerah terpencil (dacil),” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, Pemerintah Kabupaten Halbar memprioritaskan penyediaan guru di Kecamatan Loloda. Sebab jumlahnya amat minim dibandingkan dengan kecamatan lain di ibukota Halbar.

“Jadi setelah Loloda punya semua sudah terpenuhi baru ke kecamatan lain,” ujar Djufri.

Ke depan, sambung politikus Partai Nasdem ini, juga dipertimbangkan penyediaan rumah dinas untuk guru. Selain itu memprioritaskan orang Loloda menjadi guru di daerahnya sendiri.

“Kalau memang orang luar yang menjadi guru di Loloda tentunya dia tidak betah di sana. Kalau orang Loloda sendiri dan sudah ada dacil pasti mereka lebih betah di sana,” terangnya.

Djufri menambahkan, selain itu juga harus ada pemerataan guru sehingga kekurangan guru di Loloda bisa diatasi.

“Jadi soal guru yang memang ditugaskan di Loloda lalu bertugas di tempat lain kita masih mengambil data di BKD, untuk memastikan SK-nya betul atau tidak. Apabila kedapatan kita akan mencari tahu siapa yang memberikan nota dinasnya,” tandasnya.