“Berbagai komponen anak bangsa harus mengambil peran atas nama kemanusiaan dan kebangsaan untuk sama-sama melakukan sosialisasi dan mengurangi tindak kekerasaan yang dimulai dari rumah tangga, masyarakat, lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan tinggi,” terangnya.

Mukhtar yang juga Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Tindakan Terorisme (FKPT) Provinsi Maluku Utara ini mendukung pihak berwajib untuk segera menangkap aktor-aktor di balik tindakan teror dan jaringan yang beredar di Makassar dan kawasan timur tersebut.

“Kami meminta pihak keamanan melakukan langkah preventif agar tidak terjadi lagi bom bunuh diri serupa. Harus dilakukan dialog ideologis kepada sekelompok masyarakat yang terdeteksi terpapar radikalisme dan terorisme, terutama pada pemahaman keagamaan dan kebangsaan,” pinta Mukhtar.

Menutup wawancaranya, Mukhtar berharap kepada semua pihak untuk tidak saling menghujat dan menyebarkan informasi yang belum tentu sumbernya.

“Kita harus bersama BNPT dan pihak keamanan untuk selalu sama-sama mencegah tindakan radikalisme serta terorisme sampai kepada akar-akarnya, demi terciptanya kehidupan yang aman dan damai di Indonesia,” tandasnya.