Meski baru beberapa pekan menjabat sebagai Kajari Tikep, Abdul Muin telah memantau ada beberapa proyek pekerjaan di Tikep yang kurang maksimal atau mubazir serta proyek yang sudah selesai dibangun tetapi kurang dioptimalkan atau dirawat dengan baik.
“Jadi workshop ini kita mengingatkan dulu, atau diberitahu dulu, ya nanti tetap masih bandel ya risiko. Jadi ibarat kita main bola, perlu diberitahu soal mekanisme dan aturannya dulu, begitu juga soal ini. Jadi workshop ini akan libatkan pejabat serta stakeholders lain yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa,” jelasnya.
Sementara soal refocusing anggaran yang pernah dilakukan oleh Pemerintah Kota Tikep tahun 2020 kemarin, Abdul Muin menegaskan akan mempelajarinya.
“Sementara saya masih pelajari. Ini penting sekali, karena anggaran refocusing jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang berdalih Covid-19, terutama soal bantuan sosial. Jadi tidak tutup kemungkinan bisa terjadi. Intinya keselamatan masyarakat yang perlu dikawal,” tuturnya.
Ia menambahkan, Kejari akan berkoordinasi dengan Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan terkait refocusing anggaran ini.
“Jadi nanti kita lihat, apakah pemeriksaan nanti ada temuan kerugian negara atau tidak. Kalau ada kerugian negara yang pasti diberikan waktu 60 hari untuk diselesaikan, kalau tidak selesai baru kami masuk. Kami tidak mau terlalu jauh melangkah, kita yang justru kena offside nantinya. Artinya maksud kita baik, tetapi dianulir. Intinya kalau itu masih ranahnya APIP kami menghargai proses penyelesaian dulu. Kalau tidak selesai baru APH yang ambil alih,” terangnya.
“Anggaran refocusing tahun 2020 itu sangat besar. Makanya itu, langkah pengawasan juga perlu ekstra ketat. Jangan karena dianggap darurat lalu dilakukan dengan cara-cara yang darurat tanpa lagi patuhi aturan atau taat asas, ini yang kami tidak inginkan. Jadi saya tegaskan ini tidak ada kepentingan apa-apa, apalagi ini tidak berkaitan dengan saya titipan dari siapa. Intinya kami ingin transparansi saja,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.