Tandaseru — Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir mengatakan, dukungan tim Kementerian Koordinator Bidang Maritim terhadap pengembangan sektor kelautan di Malut cukup baik.
“Tim dari Kemenkomarves telah melakukan pendataan sampai ke Sula, itu sudah membuahkan hasil yang menggembirakan. Paling tidak yang positif yang tidak mengarah pada arah yang tidak kita inginkan,” ujar Samsuddin, Senin (15/3).
Samsuddin bilang, Malut membutuhkan perencanaan yang komprehensif atau menyeluruh, mulai dari infrastruktur pendukung yang akan dibangun, jumlah armada, cold storage, hingga sumber daya manusianya.
“Tindak lanjutnya adalah diminta perencanaan yang komprehensif atau menyeluruh. Nah, ini yang mudah-mudahan segera kita susun,” ungkapnya.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut harus membuat suatu kajian akademik terkait kebutuhan-kebutuhan tersebut.
“Tadi saya sudah perintahkan Kadis DKP untuk segera menyusun semacam tim untuk misalnya kerja sama dengan Universitas Khairun Ternate dan para pakar yang bisa menghitung secara keseluruhan,” paparnya.
Menurutnya, respon Kementerian sangat bagus seperti di Bacan yang sudah memiliki pabrik, cold storage, dan sisa menunggu pengembangan sehingga hasil tangkap nelayan dengan jumlah yang besar tidak overload.
“Artinya di sana sudah siap untuk perlu peningkatan, mudah-mudahan ini adalah sesuatu yang menggembirakan. Dan setelah tim Kemenkomarves melakukan pemantauan di sana akhirnya memahami bahwa daerah kita sangat potensial untuk penyeimbang perikanan budidaya,” jelas Samsuddin.
Pemerintah Daerah harus perhitungkan jumlah SDM, nelayan, kualitas dan kuantitasnya, kemudian melihat kondisi lautan.
“Jika lautan yang memiliki banyak pulau-pulau perlu armada yang lebih lincah. Jika kondisi yang lepas seperti Batang Dua kemudian seperti Sula dan Taliabu maka kita butuh armada yang lebih besar, sehingga kita bisa mengetahui armada yang akan dipilih,” terangnya.
“Tadi saya juga sudah sampaikan bahwa ada kendala listrik, jadi Kemenkomarves sudah menyatakan bahwa itu kewenangan mereka untuk menghubungi, entah itu pihak PLN atau listrik swasta, yang kemudian untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu. Kan seperti di Morotai kan sana sudah bagus infrastrukturnya, cold storage ada, pabrik ada, listrik yang kurang sehingga pengusaha-pengusaha lain yang ingin mengembangkan pasca itu berharap kan ditingkatkan sampai lebih jadi,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.