Tandaseru — Abrasi di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, mengancam nasib warga di Kelurahan Tifure. Pasalnya, tanjung yang selama ini menjadi penghalang ombak mulai ikut terkikis.
Lurah Tifure, Alter Aklan Koda saat dikonfirmasi mengakui kondisi pantai saat ini sangat memprihatinkan.
“Menurut pantauan kami, sampai hari ini pantai itu sudah mengalami abrasi kurang lebih 20 meter dari lokasi semula. Jadi sudah terjadi pengikisan yang cukup luar biasa,” ungkapnya, Rabu (3/3).
Ia bilang, abrasi tersebut sudah berlangsung sejak 2018. Kondisi ini, lanjutnya, merupakan ancaman yang sangat berarti bagi warga di kelurahan tersebut. Sebab tanjung bernama Pantai Komodere itu memiliki posisi yang sangat menentukan dalam menghalangi ombak.
“Jadi kalau pantai itu rusak atau putus, maka dampaknya adalah permukiman warga yang ada di Tifure,” katanya.
Menurutnya, di tanjung tersebut terdapat pelabuhan dan tambatan perahu. Saat ini saja dampak abrasi sudah sangat terasa.
Tiap kali air laut naik sekitar 30 sentimeter maka tambatan tersebut bakal tenggelam. Alhasil perahu-perahu itu akan hanyut hingga ke atas dermaga.

Alter mengaku, pihaknya telah mengusulkan pembangunan talud untuk pantai tersebut dalam musuawaran rencana pembangunan di tahun 2020. Namun karena adanya pandemi Covid-19 maka penganggaran itu tidak memungkinkan untuk dilakukan.
“Kami juga sudah berkomunikasi dengan Satuan Kerja Penanggulangan Pantai. Jawaban dari mereka, akan dilakukan kajian. Jika dirasa urgen akan dilakukan pembangunan talud,” katanya.
Ia berharap agar persoalan abrasi ini bisa menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Ternate sehingga dapat dimasukkan ke dalam program prioritas.
“Supaya keresahan masyarakat ini bisa teratasi, juga demi keselamatan penduduk di Tifure,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.