“Terkait dengan kuota ini, pernah pada seleksi CPNS tahun 2018 saya usulkan sebanyak 250 orang, yang lulus hanya 87 orang. Ini kan rugi cukup banyak karena banyak kuota yang hilang. Begitu juga di tahun 2019 kuota yang diberikan 87, yang lulus hanya 30 lebih, makanya Tikep ini banyak hilang di kuota,” tutur Ismail.
Ia berharap agar seleksi PPPK yang rencana dilaksanakan pada tahun 2021 ini Tikep mendapatkan prioritas khusus dari Pemerintah Pusat agar masalah kekurangan guru bisa segera teratasi.
“Kami sangat berharap seperti itu, karena kekurangan guru di Tikep ini terbilang cukup banyak, baik guru mata pelajaran, guru kelas bahkan guru Pendidikan Jasmani Olaraga Kesehatan (PJOK),” ujarnya.
Ia menambahkan, seleksi PPPK dikhususkan bagi guru honorer yang namanya sudah terdaftar di dapodik Kemendikbud.
“Kalau nama tidak daftar di dapodik berarti tidak bisa ikut. Sebenarnya masalah ini tanggungjawab sekolah. Karena honorer selain diangkat melalui SK Wali Kota, ada juga honorer yang diangkat lewat sekolah. Makanya saya sudah sampaikan ke kepala sekolah agar guru honorer yang mengajar di sekolah cepat dimasukkan namanya ke dapodik, agar bisa ikuti seleksi,” jelas Ismail.
Selain itu, Ismail juga menyentil soal keluhan beberapa guru yang dipindahkan ke wilayah Oba karena persoalan beda pilihan. Ia menegaskan, mutasi yang dilakukan sudah sesuai dengan kebutuhan dan tidak ada sangkut paut dengan persoalan politik.
Ia bilang, mutasi yang dilakukan untuk memenuhi kekurangan guru yang ada di wilayah Oba.
“Memang pandangan orang ini berbeda-beda, tetapi saya melihat dari sisi kebutuhan. Di wilayah Oba sangat kekurangan guru dan itu semua orang tahu itu. Makanya dengan cara apapun kami harus memenuhi kebutuhan yang ada di sana, namun karena bertepatan dengan momen politik makanya dinilai seperti itu,” tegasnya.
Ismail bahkan menyebutkan ada sekolah di wilayah Oba yang dalam sekolah hanya tersedia tiga guru saja.
“Jadi persoalan mutasi guru ke wilayah Oba ini tidak perlu dipolemikkan lagi. Mutasi yang dilakukan ini agar ada pemerataan, jangan sampai ada yang menilai wilayah Oba dianaktirikan,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.