Sekilas Info

Diduga Tak Kantongi Izin Lingkungan, Perusahaan Pencampur Aspal di Sula Terancam Ditutup

Ilustrasi AMP. (Istimewa)

Tandaseru -- Sebuah perusahaan Asphalt Mixing Plant (AMP) di Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kepulauan Sula, Maluku Utara diduga beroperasi tanpa mengantongi izin lingkungan.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Analisis Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Sula, Sahrul Husain saat ditemui tandaseru.com di kediamannya, Minggu (21/2).

Kata Sahrul, AMP tersebut belum memiki izin lingkungan. DLH sejauh ini sudah menyampaikan surat teguran agar perusahaan yang mendirikan AMP tersebut segera memasukkan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) kepada DLH agar izin sementara bisa dikeluarkan.

Surat tegutan pertama disampaikan pada November 2020 lalu. Menurutnya, pihak perusahaan berjanji akan menyerahkan dokumen tersebut pada awal Februari 2021 dengan alasan masih dalam proses penyusunan oleh konsultan lingkungan.

"Kami sudah pernah sampaikan surat teguran pertama pada November 2020 lalu. Mereka janji akan serahkan dokumen tersebut ke DLH pada awal Februari 2021," ungkapnya.

Akan tetapi, Sahrul mengaku, dokumen UKL dan UPL yang dijanjikan perusahaan tersebut hingga saat ini belum juga diserahkan.

"Mereka janji awal Februari 2021, tapi sampai saat ini dokumen itu belum diserahkan," ujarnya.

Sahrul bilang, jika teguran pertama tidak diindahkan, DLH akan melayangkan surat teguran kedua. Jika tidak lagi diindahkan, maka surat teguran ketiga akan disampaikan ke pihak AMP dan DLH akan langsung menghentikan operasi AMP secara paksa.

"Kalau sesuai aturan, kita beri peringatan atau teguran itu sebanyak tiga kali. Kalau sebanyak tiga kali tidak diindahkan, maka AMP tersebut bisa langsung ditutup secara paksa," beber Sahrul.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi lantaran nomor telepon pemilik perusahaan tak aktif.

Penulis: Samsur Sillia
Editor: Ika FR