Tandaseru — Komunitas Petualangan Anak Empang (KOPAE) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menemukan sisa-sisa amunisi Perang Dunia ll. Sayangnya, temuan tersebut tak mendapat respon positif instansi terkait.

“Kita dapat selongsong peluru, baik yang sudah tidak aktif maupun aktif, seperti peluru jenis Garand, Thompson dan 12,7 itu seberat 227 kilogram. Kalau taruh di karung ukuran 30 kilo dapatnya 5 karung,” ungkap Ketua KOPAE, Jamaludin Makatika kepada tandaseru.com, Selasa (16/2).

Selain penemuan selongsong peluru, Jamaludin dan empat rekannya yang tergabung dalam komunitas juga menemukan bom asap dan bom botol peninggalan Perang Dunia Il di hutan Pulau Morotai.

“Jadi yang kita temukan itu temuan kedua, TKP-nya juga di Kecamatan Morotai Selatan. Sementara yang pertama itu arah SP2. Dapat bom asap dan botol, kita temukan sekitar minggu lalu,” terangnya.

Muhammad Hatta, salah satu anggota komunitas yang ikut menemukan sisa-sisa peninggalan perang menjelaskan, komunitas mereka telah menemukan ratusan ribu selongsong peluru.

“Penemuan itu di belakang perkampungan. Temuan kebanyakan peluru. Kayaknya dikubur Sekutu karena masih ada proyektil peluru, masih utuh,” tuturnya.

Temuan tersebut hanya di kedalaman 1 meter. Alat yang digunakan pun hanya manual sekop dan linggis.

“1 meter magasin dipenuhi peluru Thompson, magasin 12,7, dan magasin peluru Garand. Dugaannya ini milik tentara Amerika, Australia, dan Sekutu,” sambungnya.

Setelah penemuan, ia dan teman-temannya langsung mengkomunikasikan ke dinas terkait. Hanya saja tidak ada respon.

“Kita sudah coba bicarakan dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan untuk serahkan penemuan itu ke museum, cuma responnya kurang bagus. Karena untuk cari orang dinas saja butuh waktu 4 hari bolak-balik. Padahal kita ingin serahkan temuan itu,” papar Hatta.

Peninggalan perang yang ditemukan KOPAE. (Istimewa)

Alhasil, hasil penemuan KOPAE pun disortir kembali dan diserahkan kepada Muhlis Eso, pemilik Museum Swadaya Dunia II Morotai.

“Setelah kita sortir kembali, peluru yang masih terlihat bagus itu kita serahkan ke Pak Muhlis Eso. Kita serahkan ada peluru Garand 283 butir, 27 butir Thompson dan 27 butir jenis 12,7,” cetusnya

KOPAE berharap, Pemerintah Daerah Morotai bergerak mengamankan peninggalan PD ll yang masih banyak tercecer. Sebelum benda-benda tersebut hilang ditelan zaman.

“Karena masyarakat saat ini sebagian sudah mulai ada kesadaran. Contoh kayak kami sudah mulai kumpul-kumpul untuk serahkan ke museum. Jadi paling tidak pemerintah harus proaktif dan berpartisipasi mengamankan peninggalan Perang Dunia ke ll ini,” pungkas Hatta.