Saat ini, untuk mengantisipasi lebih banyak lagi makam rusak dan hanyut, Algajali membuat penahan abrasi dari tumpukan karung berisi pasir.
“Saya dengan alat seadanya mencoba untuk memperbaik sisa puing-puing yang berhamburan di bibir pantai. Sudah empat makam dihanyutkan ombak yang memporakporandakan makam para pendahulu kami. Olehnya itu, diminta pihak terkait untuk membangun talud kisaran 300-700 meter,” cetusnya.

Sebelumnya, talud pernah dibangun Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan. Namun tingginya hanya 50 meter.
“Tidak mampu menahan ombak besar dan sudah roboh. Pembangunannya kurang lebih 6 tahun yang lalu,” terang Algajali.
Camat Morotai Utara, Marwan Sidasi yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan, abrasi pekuburan di Desa Maba itu siap ditangani pemerintah.
“Di Desa Maba itu abrasi sudah beberapa kali terjadi, dan itu abrasi musiman. Tetapi yang jelas pemerintah kecamatan juga tidak tinggal diam soal abrasi kuburan itu,” kata Marwan.
Marwan bilang, talud tersebut sejak tahun 2019 sudah diusulkan ke Pemda Morotai untuk diperbaiki.
“Karena talud di situ sudah saatnya harus dibangun, karena memang itu area pekuburan. Tapi kemungkinan besar itu sudah mulai dikerjakan di 2021 ini. Yang jelas 2021 ini sudah mulai untuk dikerjakan, sesuai hasil koordinasi dengan Kadis PUPR,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.