Sekilas Info

Polres Ternate Ringkus Dua Kurir Narkoba Jaringan Lapas

Konferensi pers pengungkapan kasus narkotika di Polres Ternate. (Tandaseru/Rikam Hi Kamari)

Tandaseru -- Polres Kota Ternate, Maluku Utara, berhasil membongkar dua kasus narkotika yang melibatkan jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate. Jaringan ini diduga berafiliasi dengan sindikat asal Medan, Sumatera Utara.

Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada dalam konferensi pers mengatakan, dalam sehari pihaknya berhasil mengungkap dua kasus narkotika.

“Dalam satu hari, kita berhasil mengungkap dua kasus sekaligus,” ucap Aditya didampingi Kasat Narkoba AKP Bahrun Hi Syahban dan PS. Kasubbag Humas Polres Ternate Ipda Wahyuddin di Mapolres, Jumat (15/1).

Aditya memaparkan, kasus pertama tersangkanya berinisial LI alis Ifan (21 tahun) yang merupakan warga Kelurahan Indonesiana, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan.

Tersangka diringkus pada 12 Januari berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya seseorang yang akan mengambil paket di Kantor Pos Bastiong, Ternate.

Dari informasi tersebut, anggota polisi langsung melakukan pengintaian dan berhasil menangkap tersangka pukul 16.15 WIT. Ia diciduk usai keluar dari Kantor Pos.

“Di tangan tersangka polisi menemukan 2 buah paket kiriman berukuran besar berwarna merah, dengan berat 2 kilogram, kemudian 10 sachet besar jenis ganja seberat 245,74 gram, dan sachet kecil sabu seberat 4,26 gram,” jelasnya.

Aditya bilang, berdasarkan hasil pengembangan, tersangka mengaku disuruh salah satu narapidana Lapas Kelas IIA Ternate bernama Opal.

“Tersangka mengaku disuruh Opal. Jadi paket ini dikendalikan dari Lapas Ternate atas nama OPAL,” katanya.

Pada hari yang sama pukul 18.00 WIT, Tim Opsnal juga menangkap satu tersangka narkotika golongan satu jenis sabu. Tersangka berinisial MA alias Alfa (21 tahun).

“MA merupakan warga Desa Were, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. Tersangka ditangkap di kos-kosannya di Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.
Saat penangkapan, polisi menemukan sebuah bungkusan plastik yang disimpan di dalam tas noken warna coklat miliknya," terang Aditya.

“Barang bukti yang diamankan berupa satu sachet ukuran besar narkotika jenis ganja dengan berat 23,46 gram, satu sachet kecil jenis sabu 0,26 gram,” urai Aditya.

Setelah diinterogasi, tersangka mengakui bahwa narkotika tersebut merupakan pesanan temannya berinisial WA alias Wahyu yang saat ini mendekam di Lapas Kelas IIA Ternate.

“Pengendalinya sama, ini juga dari Lapas Kelas II Ternate,” jelasnya sembari menegaskan dalam dua kasus tersebut, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) atau 111 ayat (1) junto 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Terpisah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Ternate, Maman mengatakan, pihaknya selalu terbuka kepada pihak kepolisian jika adanya penyelidikan.

“Dalam kasus tersebut pihak kepolisian yang lebih tahu. Kami sangat terbuka apabila ada penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Penulis: Rikam Hi Kamari
Editor: Ika FR