“Jadi pada tanggal 28 (Januari) teman-teman kita kumpul kembali untuk diberikan suntikan kedua. Sehingga akan memberikan kekebalan yang cukup kepada individu yang telah diimunisasi tadi,” terangnya.

Idhar bilang, setelah pencananganan oleh Provinsi Malut, vaksinasi selanjutnya dilakukan kabupaten/kota. Ada 163 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), baik puskesmas, rumah sakit, klinik, dan kantor kesehatan pelabuhan, yang disiapkan untuk vaksinasi.

Vaksinasi dilakukan dalam empat tahap (termin). Termin pertama untuk tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan. Total orang yang menjadi sasaran pemberian vaksin di seluruh Indonesia sebanyak 1,3 juta orang.

Untuk tahap kedua, ada dua sub-kategori yang ditetapkan pemerintah dalam melangsungkan program vaksinasi yakni 17,4 juta untuk petugas publik dan 21,5 juta untuk lansia.

Sementara target vaksinasi kelompok ketiga adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi berjumlah 63,9 juta. Dan target keempat adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai ketersediaan vaksin, dengan target 77,4 juta orang.

“Di Maluku Utara ada dua daerah yang mulai vaksinasi besok (15/1) untuk termin pertama, yakni di Ternate dan Tidore Kepulauan. Tapi untuk Tikep ditunda pada tanggal 18 (Senin, red). Vaksinnya hari ini sudah mulai didistribusikan,” tutur Idhar.

Ia kembali menegaskan, pada 8 Januari 2021 Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa halal terhadap vaksin Sinovac. Sementara BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat pada 11 Januari 2021. Dengan begitu, Sinovac dinyatakan aman, halal dan efektif untuk disuntikkan ke tubuh manusia.

“Vaksin ini sudah memenuhi satu rangkaian uji coba sehingga dinyatakan aman dan memenuhi standar yang ditetapkan WHO. Jadi tidak ada keraguan lagi. Kenapa kemarin kami agak menunggu? Karena saat itu memang belum ada ketegasan soal kehalalan dan keamanan. Setelah dinyatakan aman dan halal, kami mulai sosialisasi,” urainya.

Idhar menambahkan, pemerintah RI menargetkan 70 persen warga Indonesia bisa divaksin. Dengan begitu bisa melindungi 30 persen kalangan yang tak bisa divaksin dengan berbagai alasan kesehatan maupun usia. Di Maluku Utara sendiri, targetnya 844.232 orang bisa menerima vaksin Covid-19.

“Vaksin ini untuk melindungi kita semua. Baik diri sendiri maupun keluarga,” tandasnya.