Tandaseru — Keterlambatan ratusan ASN Pemerintah Provinsi Maluku Utara masuk kantor pada hari pertama, Senin (4/1), akibat ketiadaan bahan bakar minyak (BBM) speedboat Ternate-Sofifi mendapat sorotan tajam netizen. Para warganet menyesalkan sikap ASN Pemprov yang masih memilih bermukim di Ternate alih-alih berdiam di tempat tugasnya di Ibukota Sofifi.
Salah satu netizen lewat akunnya @Ibo Gemia Wathamil mempertanyakan mengapa ASN Pemprov masih tinggal di Ternate. Sementara akun @Arfa Ardian menuliskan “Makanya kalau kantornya di Sofifi ya tentunya tinggal menetap di Sofifi. Jangan salahkan BBM, salahkan pegawainya sendiri.”
Senada, akun @Sukardi Husen juga menuliskan hal yang sama.
“Iya, kenapa ASN tidak menetap di Sofifi, itu salah siapa? Yang salah bukan speedboat tapi salah mereka yang tidak mau menetap di Sofifi,” tulisnya.
Sementara akun @Sakura dan @Nurdin Kasim meminta ketegasan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba mengambil tindakan atas ASN yang masih menetap di Ternate.
“Biar torang bataria sampe garagantang putus tapi kalau Pak Gubernur babadiam tu sama saja,” tulis @Sakura.
“Salahnya Gubernur kenapa tidak tegas sama bawahannya,” tulis @Nurdin Kasim.
Sebelumnya, ratusan ASN Pemprov Malut menumpuk di Pelabuhan Semut Mangga Dua, Ternate, lantaran speedboat tak bisa beroperasi pada Senin pagi. Penyebabnya, BBM jenis minyak tanah yang biasanya digunakan para motoris mengalami kelangkaan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.