Tandaseru — Kantor Unit Pelaksana Pelabuhan Kelas III Daruba, Pulau Morotai, Maluku Utara memastikan nama resmi pelabuhan di Kota Daruba yang terdaftar di pusat adalah Pelabuhan Daruba, bukan Pelabuhan Imam Lastori. Sebelumnya, mahasiswa Morotai sempat menuntut penggunaan nama Imam Lastori sebagai nama resmi pelabuhan, merujuk pada nama salah satu tokoh pemekaran Morotai.

Kepala Bidang Pelaksanaan Harian Kantor UPP Daruba Ramli Baide ketika diwawancarai tandaseru.com menjelaskan, nama pelabuhan yang sebenarnya adalah Pelabuhan Daruba karena sudah terdaftar di pusat.

“Yang terdaftar di pusat namanya Pelabuhan Daruba, bukan Pelabuhan Imam Lastori. Kalau mau diganti, boleh-boleh saja. Cuma kan nama Pelabuhan Daruba sudah terdaftar di pusat,” katanya, Senin (28/12).

Menurutnya, nama Pelabuhan Imam Lastory disematkan pada 2006 oleh almarhum Lukman Bajak yang saat itu menjabat Camat Morotai Selatan.

“Almarhum Lukman Bajak waktu itu pasang tripleks dengan tulisan Pelabuhan Imam Lastori lalu tripleksnya dipancang. Waktu itu saya ada di situ,” jelasnya.

Ramli bilang, pergantian nama pelabuhan harus melalui prosedur agar bisa terdaftar resmi di Pemerintah Pusat.

“Prosedurnya yang penting Pemerintah Daerah Bupati dan DPRD rapat usulkan ke pusat untuk mengganti nama pelabuhan itu, jadi tergantung Pemerintah Daerah bersama-sama dengan anggota DPRD bagaimana untuk mengambil keputusan,” ujarnya.

Meski keinginan mengganti nama pelabuhan bertujuan baik untuk menghargai jasa mendiang Imam Lastori, Ramli mengaku Kantor UPP tak bisa menggantinya secara sepihak.

“Tidak mungkin Kepala Kantor semena-mena langsung ganti nama Pelabuhan Imam Lastori. Semua tergantung pusat,” tandasnya.