Tandaseru — TNI AL Lanal Pulau Morotai, Maluku Utara, Rabu (16/12) menemukan dan menjemput penumpang speedboat Nadjwa yang hilang dalam pelayaran dari Tobelo, Halmahera Utara ke Daruba, Morotai. Speedboat beserta seluruh penumpang ditemukan dalam keadaan selamat di Desa Jara-Jara, Halmahera Timur.
Keberadaan speedboat diketahui pukul 09.35 WIT pada koordinat 01.39.49 U dan 128.51.09 T. Penumpang lalu dijemput dengan kapal AL KAL Wayabula dan dievakuasi menuju Morotai.

Komandan Lanal Morotai Letkol Laut Norman Faizal ketika dikonfirmasi di Pelabuhan Daruba mengatakan, informasi hilangnya speedboat diterima pukul 01.30 Rabu dini hari.
“Dengan segera saya menghubungi seluruh tim KAL Wayabula untuk bergerak secepat mungkin melakukan pencarian. Dan pada pukul 02:00 WIT kita sudah bisa bergerak ke lokasi tujuan,” tuturnya.
“Jadi ini merupakan kerja sama kita bersama instansi TNI AL dibantu oleh Basarnas, Dinas Perhubungan, untuk saling berkoordinasi. Alhamdulillah pada siang hari ini kita dapat membawa korban ke Morotai,” imbuhnya.
Norman menjelaskan, speedboat tersebut mengalami kerusakan mesin dan kehabisan bahan bakar minyak. Speedboat ditemukan di daerah Tanjung Jara-jara, Halmahera Timur.
“Kita menemukannya itu karena TNI AL memiliki Pusat Komando dan Pengendalian (Poskoda) sehingga secara cepat alhamdulillah kita bergerak menuju ke lokasi sasaran,” terangnya.
Danlanal berharap seluruh masyarakat Morotai dengan cuaca yang sangat ekstrem saat ini supaya memperhatikan situasi pelayaran.
“Saat berlayar melihat waktu yang ada, supaya bisa berlayar pada saat cuaca agak terang atau pagi hari, siang hari. Kemudian jangan lupa menggunakan alat-alat keselamatan kemudian alat-alat komunikasi, kompas dan lainnya. Karena bagaimanapun berlayar pada saat situasi malam hari ini tanpa ada alat navigasi kemungkinan akan tersesat,” ucapnya.
Sementara Kapten P. Laut Junaidi yang memimpin KAL.L Wayabula menjelaskan, pencarian dilakukan menggunakan radar dan terdeteksi menemukan satu benda terapung.

“Sekitar 10 mil dari Tanjung Jara-Jara arah utara persis satu benda mengapung dan kami kejar ke sana kebetulan pas posisi bisa kami lihat dengan kasat mata dengan visual terbaca bahwa itu adalah speedboat Nadzwa dan kita segera merapat dan evaluasi ke KAL Wayabula,” jelasnya.
Saat ditemukan, sambung Junaidi, penumpang speedboat dalam kondisi lemah karena sudah satu hari tidak makan.
“Dari semalam katanya jam 17:00 (Selasa, red) dari Tobelo dan mereka kena hantaman badai, setelah itu baru mereka hilang kendali sampai utara ke Tanjung Jara-Jara,” tambah dia.
Pasop Lettu P. Laut Ismail Rahaguna menambahkan, speedboat ditemukan di sebelah utara Jara-Jara, 10 mil dari Tanjung Pinang 31 mil posisi koordinat 01.39.49 Utara 128.51.09 Timur.
“Kalau kita melakukan pencarian orang hilang di laut harus pakai prosedur dan berhati-hati. Tadi ada beberapa pencarian juga sia-sia karena mereka tidak bisa keluar jauh,” terangnya.
Sekadar diketahui, ABK speedboat Nadjwa yang hilang pada Selasa (15/12) adalah Adewan (50 tahun) sebagai Motoris, Sardi (30 tahun) sebagai jurumudi, dan Zul yang juga pemilik speedboat. Lalu penumpangnya Yuli Aswati Pora,(35 tahun), M. Sahdila Hi Hukum (17 tahun), M. Febrian (14 tahun), Hairul Azam (11 tahun), Rafania Azzahra (2 tahun), Titius B (44 tahun), dan Ivan (16 tahun).q


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.