Tandaseru — Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara kini telah berusia 17 tahun. Meski begitu, masih terdapat banyak daerah yang terisolir. Haltim juga masuk kategori kabupaten termiskin di Maluku Utara.

Politikus Partai Gerindra Jufri Yakuba mengatakan, label sebagai kabupaten termiskin di Maluku Utara tidak berbanding lurus dengan pendapatan dari sumberdaya alam (SDA) yang dimiliki Haltim.

“Usia kita sudah 17 tahun tapi menjadi kabupaten termiskin di Maluku Utara. Ada apa ini? Pulau Morotai yang belakangan lahir tapi tidak masuk kabupaten miskin, dan kabupaten-kabupaten lain yang penghasilannya tidak sama dengan kita tidak masuk kabupaten miskin, malah kita yang masuk kabupaten miskin,” kata Jufri dalam kampanye pasangan calon Moh. Abdu Nasar-Azis Ajarat (MONAS).

Menurut Jufri, 17 tahun itu bukan berlalu percuma tetapi berlalu tidak menghasilkan kesejahteraan, kemajuan dan kepuasan bagi masyarakat Haltim. Haltim masuk kabupaten termiskin karena terisolir dan jauh dari perkembangan. Jika ingin perubahan, kata Jufri, maka solusinya adalah memilih pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 03, MONAS.

“Apakah kalian mau kabupan ini begini terus (termiskin)? Kalau tidak mau ya pilih nomor urut 03 MONAS,” ajak Jufri.

Jufri mengimbau masyarakat Haltim agar pada 9 Desember 2020 nanti tidak sembarang pilih. Ia meminta warga memilih pemimpin yang akan mengangkat derajat dan harga diri Kabupaten Haltim serta harga diri masyarakat Haltim.

“Saya ingatkan, jangan kita ulangi kesalahan itu lagi. Kita start mulai dari sekarang dengan semangat dan pemerintahan yang baru. Saya bukan menyudutkan yang lain tapi yang lain tidak akan memperhatikan kita. Maka kita harus tentukan sikap bangun itu Buli, pilih nomor urut 03 Abdu-Azis. Saya minta bangun Buli, bangun Maba Utara, Wasile Utara dan daerah lain yang masih terisolir,” tegasnya.

Paslon MONAS, lanjut Jufri, ke depan tidak hanya bangun terpusat di daerah tertentu tapi bangun seluruh Kabupaten Haltim secara keseluruhan. Sebab, 17 tahun ini terlihat pembangunan hanya difokuskan di tempat-tempat tertentu. Hasilnya, sebagian besar wilayah kabupaten terisolir atau jauh dari perkembangan.

“Pemerintahan yang kita maksudkan pemerintahan yang memandang seluruh kabupaten ini adil, seluruh kabupaten ini sama. Jangan kita ulangi cuma bangun di satu tempat,” ujarnya.

Jika ingin Haltim ke depan berubah dan keluar dari kategori miskin, sambung Jufri, masyarakat memiliki kesempatan 5 tahun sekali atau pada 9 Desember 2020 harus memilih paslon MONAS nomor urut 03. Sebab hanya paslon MONAS yang memiliki program pemerataan pembangunan tanpa pilih kasih serta merangkul semua suku dan agama di Haltim.

“Ini 5 tahun sekali, bukan seperti di sekolah salah tulis dan bisa hapus, tidak. Ini kalau salah pilih sudah tidak bisa hapus, tidak bisa ulang lagi. Maka saya sampaikan, jangan salah pilih. Pilihlah nomor urut 03 kalau ingin Halmahera Timur berubah, Wayamli itu berubah, Maba Utara berubah, Wasile Utara berubah dan Maba Selatan berubah, pilih nomor 03,” tandas Jufri.