Tandaseru — Calon Wali Kota Ternate Mohammad Yamin Tawary melakukan ziarah ke makam Sultan Baabullah di Kelurahan Foramadiahi, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara, Selasa (10/11). Ziarah yang didampingi tim sukses itu bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional sekaligus penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada mendiang Sultan Baabullah di Jakarta.
“Hari ini saya didampingi tim berziarah ke makam pada tanggal 10 November Hari Pahlawan Nasional sebagai perwujudan dari rasa syukur saya bersama seluruh Tim YAMIN-ADA,” ucap Yamin.
Yamin lantas menghaturkan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya terhadap perjuangan para keturunan Sultan, Keluarga KARAMAT, Wali Kota Burhan Abdurahman beserta jajarannya, Gubernur Provinsi Maluku Utara Abdul Gani Kasuba beserta jajarannya, serta Presiden Joko Widodo yang telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Sultan Baabullah.
“Penghargaan ini sangat berarti bagi generasi dan masyarakat Kota Ternate khususnya, Maluku Utara pada umumnya, karena jejak-jejak perjuangan beliau telah mengangkat derajat dan martabat Kesultanan Ternate pada saat itu, dimana bisa mengusir penjajah Portugis dari Bumi Moloku Kie Raha ini,” jelasnya.
Menurut Yamin, Sultan Baabullah di zamannya adalah seorang diplomat ulung. Bahkan sempat bersama 15 kora-kora, pergi mengibas sampai ke Kesultanan Malaka, dimana jarak Ternate dengan Malaka terbilang jauh.
“Beliaulah yang memperluas wilayah Kesultanan Ternate pada saat itu. Ke utara sampai di Filipina, di Bangsa Moro saat ini. Ke barat sampai di Sabah, ke selatan sampai ke Timor-Timur, adalah jejak perjuangan Sultan Baabullah, yang memang sangat dikagumi oleh para sejarawan. Dan karena itu sejatinya jejak sejarah ini harus menjadi kebanggaan masyarakat Kota Ternate pada khususnya dan Maluku Utara pada umumnya,” papar calon Wali Kota nomor urut 4 ini.
Yamin menambahkan, di masa lalu Ternate pernah jaya dan besar. Karena itu semangat Baabullah-Baabullah muda harus dibangkitkan. Baabullah-baabullah tangguh untuk memperjuangkan nasib serta kehidupan masyarakat pada hari ini.
“Kita harus sesuaikan dengan tantangan zaman saat ini. Kepada generasi Baabullah, tantangan zaman saat itu adalah mengusir kaum penjajah atas monopoli dan pemaksaan, terhadap perdagangan untuk menguasai negeri ini,” cetusnya.
Saat ini, kata Yamin, jalan perjuangan atau tantangannya adalah meningkatkan kesejahteraan, kehidupan masyarakat, serta harus bebas dari keterbelakangan.
“Apakah itu ketertinggalan di bidang pendidikan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, kelemahan atau rendahnya daya beli masyarakat pada setiap keluarga, tingginya pengangguran di Kota Ternate,” ujarnya.

“Tantangan-tantangan itu harus kita hadapi dan kita atasi. Dengan cara itu pula kita bisa mengikuti semangat Baabullah untuk kemudian bisa mengatasi semua masalah-masalah yang kita hadapi saat ini,” tambah Yamin.
Menurut Yamin, pekerjaan rumah yang harus dilakukan segera adalah memajukan kualitas pendidikan untuk memperkuat SDM, memperbesar peluang usaha untuk menyerap tenaga kerja, memperkuat daya beli keluarga, kemampuan bersaing, menumbuhkan daya saing bagi perkembangan pendidikan, perkembangan usaha, maupun perkembangan sosial.
“Kita bangkitkan supaya kemudian kita menjadi Baabullah-Baabullah di zaman ini sesuaikan dengan tantangan yang ada. Dan kita harus memenangkan pertarungan ini sebagai mana pernah diraih Baabullah di masa yang lampau,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.