Tandaseru — Pemilihan Wali Kota Ternate menghadirkan empat pasangan calon yang berkompetisi menjadi pemimpin. Visi misi dan program kerja sudah dirancang jauh-jauh hari sebelumnya.
Tandaseru.com berkesempatan mewawancarai Calon Wakil Wali Kota Jasri Usman yang berpasangan dengan M. Tauhid Soleman dalam Pilwako 2020, Selasa (6/10). Dalam paparannya, Jasri yang juga Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Maluku Utara itu menegaskan komitmen pasangan berakronim TULUS ini untuk membangun Ternate. Berikut petikan wawancara eksklusif tandaseru.com dengan Jasri Usman.
1. Lahan di Ternate terus menyempit seiring dengan bertambahnya penduduk. Saat ini lokasi rawan bencana seperti bantaran kali mati dan lereng gunung pun terpaksa dijadikan pemukiman. Apa langkah konkrit TULUS untuk solusi persoalan ini?
“Soal keterbatasan lahan TULUS akan memberikan solusinya yang terbaik. Terkait program dan strategi akan dibuka pada saat menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, karena ini menjadi masalah teknis.
2. Saat ini jumlah PTT di Kota Ternate sudah terbilang banyak, bahkan belakangan ada isu soal penambahan rekrutmen PTT. Bagi TULUS, apakah dengan merekrut PTT bisa jadi solusi menekan angka pengangguran? Langkah apa yang ditawarkan TULUS untuk mengatasi pengangguran?
“Menyediakan lapangan kerja yang berimbang, menopang angka kelulusan setiap tahun mulai dari tingkat SMA dan Perguruan Tinggi. Menekan angka pengangguran bukan hanya pada satu sektor yakni PTT, untuk itu TULUS memiliki strategi mengurangi angka pengangguran di Ternate dengan menciptakan lapangan pekerjaan di sektor swasta, bahkan disabilitas juga memiliki peluang yang sama.”
3. Meski berstatus kota jasa dan perdagangan, PAD Kota Ternate dari tahun ke tahun belum mencapai target yang ditetapkan. Pada 2019 misalnya, realisasi PAD Ternate hanya 73 persen. Apa langkah TULUS memaksimalkan penerimaan PAD di Ternate?
“TULUS memiliki dua jurus untuk mendongkrak PAD yakni membenahi data sumber potensi pendapatan, dan memaksimalkan potensi-potensi daerah. Selama ini kita ketahui bersama bahwa kantor BUMN di Maluku Utara berkantor di Kota Ternate dan potensi CSR-nya belum digarap sama sekali. Untuk itu TULUS akan melengkapi data untuk memaksimalkan potensi pendapatan, selain itu potensi wisata dan kuliner lokal juga menjadi target PAD Kota Ternate ke depan.”
4. Keluhan soal pelayanan air bersih terus disuarakan warga. Bahkan warga di dataran rendah seperti Mangga Dua pun kadang mengalami “aer mati”. Apa langkah konkrit TULUS menjamin ketersediaan sumber air bersih untuk Kota Ternate?
“Masalah air bersih di Kota Ternate menjadi bom waktu, untuk itu kami sudah menyiapkan solusinya. TULUS akan selalu hadir ketika masyarakat mengeluhkan kebutuhan ketersediaan air bersih.”
5. Kecamatan terluar (Moti, Hiri, Batang Dua) sampai saat ini belum mendapat pelayanan kesehatan yang memadai. Tenaga dokter terbatas, begitu pula sarana prasarana. Bagaimana cara TULUS meratakan distribusi pelayanan kesehatan untuk masyarakat di kecamatan terluar?
“Sekali-kali Wali Kota atau Wakil Wali Kota harus secara bergilir berkantor di daerah Moti, Hiri dan Batang Dua. Tujuannya adalah untuk memantau semua pelayanan dasar hingga terpenuhi. Kami akan memenuhi semua pelayanan dasar mulai dari pendidikan, kesehatan dan air bersih.”


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.