Sekilas Info

Warga Kota Ternate Sumbang 100 Ton Sampah per Hari

Ilustrasi sampah di tempat pembuangan akhir. (Antara Foto)

Tandaseru -- Volume sampah di Kota Ternate, Maluku Utara dalam sehari mencapai 100 ton. Dari angka tersebut, hanya 80 ton yang terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate Yus Karim mengungkapkan, 20 ton sampah yang tak terangkut itu dikenal dengan sebutan sampah luar biasa. Sampah jenis inilah yang berakhir di kali mati (barangka) dan laut.

“Volume sampah ini cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, seiring dengan adanya pertambahan penduduk di Kota Ternate,” tutur Yus kepada tandaseru.com, Senin (28/9).

Pada periode 2017-2019, dalam sehari volume sampah yang dihasilkan warga Kota Ternate sebanyak 60 sampai 65 ton. Pada 2020, DLH mencatat volume sampah yang terangkut ke TPA sebanyak 80 ton per hari.

"80 ton itu yang terangkut, yang bisa dilayani untuk pengangkutan. Prediksi totalnya 100 ton sampah per hari. Sampah yang paling banyak merupakan sampah rumah tangga," ungkap Yus.

Selain sampah rumah tangga, ada pula sampah tak terduga, sampah daur ulang, dan sebagainya. Pengangkutan sampah rutin dilakukan tiap hari.

"Pengakutan sendiri dari Senin sampai Kamis dua kali pengangkutan, sementara Jumat sampai Minggu satu kali pengangkutan," jelasnya.

Yus bilang, volume sampah paling besar dihasilkan warga Kecamatan Ternate Selatan. Pasalnya, kecamatan tersebut memiliki jumlah jiwa tertinggi di Kota Ternate.

“Produksi sampah ini sulit dibendung karena tingkat kesadaran masyarakat kita masih minim soal sampah. Seharusnya ada sampah yang bisa diolah sendiri di rumah. Dengan produksi sampah yang banyak dan armada angkutan yang terbatas, ini bisa jadi ancaman,” paparnya.

Saat ini, DLH memiliki 6 unit truk armroll, 18 unit dumptruck, dan 6 unit pikap L300. Menurut Yus, armada-armada ini melayani seluruh Kota Ternate dengan merata.

"Kita masih butuh 7 atau 8 kendaraan mobil pengangkutan sampah. Sedangkan untuk tempat penampungan sampah (TPA Buku Deru-Deru Takome, red) sendiri diprediksi masih bisa 10 hingga 20 tahun ke depan untuk penampungan sampah,” pungkas Yus.

Penulis: Yunita Kaunar
Editor: Sahril Abdullah