Tandaseru — Silaturahmi pasangan calon Wali Kota Tidore Kepulauan Salahuddin Adrias dan Calon Wakil Wali Kota Muhammad Djabir Taha di Kelurahan Tomalou mendapat sambutan meriah dari masyarakat serta simpatisan dan relawan. Pasangan dengan jargon SALAMAT itu saat tiba di Tomalou diiringi ribuan warga jalan kaki menuju lokasi acara di dermaga RW 01 Kelurahan Tomalou, Maluku Utara.

Ketua Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT) Ismanto dalam orasinya nenyatakan, Kelurahan Tomalou saat ini masih banyak kekurangan yang perlu campur tangan pemerintah. Meski di satu sisi, beberapa bulan terakhir Kelurahan Tomalou membuat terobosan dengan membangun jalan dari RW 01 sampai RW 05 menggunakan dana swadaya masyarakat.

“Untuk itu, momentum besar ini, harapan besar masyarakat tomalou kami titipkan buat SALAMAT jika terpilih nanti. Tomalou yang dikenal dengan kampung nelayan yang pernah berjaya pada beberapa tahun lalu kini semua tinggal cerita. Tidak adanya sentuhan dari pemerintah kota saat ini membuat mata pencarian masyarakat Kelurahan Tomalou sebagai nelayan diibaratkan seperti kata pepatah hidup enggan, mati tak mau,” ungkapnya.

Ismanto mengingatkan, dalam Pilkada ini masyarakat harus cerdas memilih pemimpin yang dapat memperhatikan masyarakat.

“Lewat momentum ini saya meminta kepada seluruh masyarakat Tomalou sudah saatnya kita memilih pemimpin yang mau memperhatikan kampung kita, pemimpin yang mau bekerja tulus dan iklas, dan itu hanya ada pada diri SALAMAT,” tegasnya.

Dia menceritakan, gelaran FKNT lalu secara langsung menggambarkan kepada masyarakat seperti apa keberpihakan pemerintah saat ini terhadap festival yang digelar.

“Oleh karena itu, sudah saatnya kita membuka mata dan pikiran kita, insya Allah SALAMAT siap berikan solusi untuk Tomalou ke depan lebih baik lagi. Mari kita semua satukan barisan untuk sama-sama 9 Desember nanti cuma ada SALAMAT,” tandasnya.

Sementara itu, orasi politik yang disampaikan Ketua PKB Tikep Murad Polisiri, Ketua Demokrat Ridwan Moh Yamin, Ketua Golkar, Suldin Falabesy, Ketua PPP Abdul Haris, serta Ketua Gelora Prince sama-sama menggambarkan bagaimana masa kepemimpinan Salahuddin Adrias bersama mantan Wali Kota Achmad Mahifa dulu. Mereka mengatakan, Mahifa bersama Salahuddin telah meletakkan batu pertama pembangunan Tikep. Sepak terjang Salahuddin tidak perlu diragukan lagi, di mana dengan APBD hanya kisaran Rp 500 miliar saat itu sudah banyak bukti pembangunan yang terlihat.

“Tapi sayangnya, 5 tahun terakhir ini dengan APBD yang sudah mencapai Rp 1 triliun, harapan pembangunan masih jauh dari yang diharapkan. 5 tahun masyarakat hidup dalam tekanan, dan sudah 5 tahun hidup dalam ketertinggalan. Saat ini Kota Tidore Kepulauan kalah bersaing dengan daerah lain yang ada di Maluku Utara seperti Ternate, Morotai dan Halmahera Utara,” kata mereka.