Tandaseru — PGRI Kota Ternate, Maluku Utara menghadirkan empat pasangan calon kepala daerah dalam diskusi dunia pendidikan, Selasa (22/9) malam. Usai mendengarkan paparan Ketua PGRI Ternate Isman Do Idrus, para calon kepala daerah memberikan tanggapan dan rencana besar mereka dalam dunia pendidikan jika terpilih nanti.
Calon wali kota M. Yamin Tawari mengatakan, sudah seharusnya ada pemerataan guru, baik dari sisi distribusi, tunjangan maupun fasilitas. Salah satunya adalah memperjuangkan agar semua guru bisa disertifikasi.
Yamin yang berpasangan dengan Abdullah Tahir itu bilang, pemerintah daerah bertugas melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk menambah kuota sertifikasi guru tiap tahunnya.
“Kuota sertifikasi guru itu harus lobi. Tidak ada kebijakan dengan guru sekian kuotanya sekian. Itu harus kepala daerah yang melakukan lobi-lobi agar kuotanya bisa ditambahkan,” katanya.
Tak hanya kuota guru, bantuan pembiayaan pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19 juga bisa dilobi ke pusat.
“Ini bukan soal pendidilan saja, namun untuk bisnis juga, maka lakukan lobi ke pusat,” ujarnya.
Sementara calon wali kota Muhammad Hasan Bay mengatakan, fasilitas pendidikan di Kota Ternate sudah cukup memadai. Hanya saja mutu guru yang harus ditingkatkan.
“Mutu guru harus ditingkatkan. Jika mutu guru bagus, maka siswa akan berkualitas,” jelasnya.
Ia menegaskan, amanat Undang-Undang Guru harus didukung sepenuhnya dan kepala daerah wajib mendukung kebutuhan guru.
“Kita harus memenuhi standar pendidikan sesuai dengan amanat undang-undang,” tegasnya.
Pasangan Hasan Bay, M. Asghar Saleh menambahkan, guru harus duduk bersama membicarakan pendidikan ke depan agar lebih baik dari sekarang.
“Guru harus jadi garda terdepan untuk Ternate lebih baik,” ungkapnya.
Tauhid Soleman, calon wali kota yang berpasangan dengan Jasri Usman tak ketinggalan memaparkan ide-ide segarnya mengembangkan dunia pendidikan. Tauhid bilang, pendidikan menjadi penting karena Kota Ternate tidak mempunyai SDA namun memiliki SDM yang tinggi. Maka sudah seharusnya pendidikan dikedepankan.
“Kalau saya diberi amanah sebagai kepala daerah, maka pendidikan itu menjadi hal utama dan kebijakan lain nanti diikuti,” tuturnya.
Mantan Sekretaris Kota Ternate ini menyatakan, jika pemerintah daerah berani mengambil kebijakan maka yang patut diselamatkan pertama adalah pendidikan 20 persen, kesehatan 10 persen, kemudian pengamanan gaji ASN.
“Hal-hal yang penting diutamakan dulu, yang sisanya nanti menjadi komponen. Jika amanat itu diberikan maka kebijakan 20 persen saya amankan dulu untuk pendidikan. Karena kita di Ternate tidak mempunyai sumber daya alam, yang kita punya hanya sumber daya manusia, makanya kita harus tingkatkan mutu pendidikan kita,” jabar Tauhid.
Sementara calon wali kota Merlisa Marsaoly yang didampingi pasangannya Juhdi Taslim menegaskan, karena guru merupakan penggerak perubahan maka sudah seharusnya kualitas dan kesejahteraan guru ditingkatkan. Merlisa juga menjanjikan pemberian Tambahan Tunjangan Penghasilan (TPP) yang selama ini tidak diberikan untuk guru.
“Selama ini TTP hanya untuk ASN selain guru. Guru hanya dapat tukin tapi nilainya tidak setara dengan TTP. Karena itu, insya Allah jika saya dan Pak Juhdi diberikan amanah, isu ini yang akan kita amankan sesuai dengan fungsi anggaran yang 20 persen untuk pendidikan,” terang Merlisa.
Juhdi menambahkan, program kerja PGRI akan dimasukkan dalam janji politik Merlisa-Juhdi.
“Kita juga akan bangun kantor PGRI yang permanen,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.