Tandaseru — Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Ternate, Muhammad Hasan Bay–Mohammad Asghar Saleh (MHB-GAS) akan memajukan Kota Ternate yang berbudaya dan mendukung tata kelola pemerintahan yang inovatif dan responsif.
Hasan Bay menyatakan, sesuai konsolidasi MHB-GAS, maka sejak berkas paslon diterima oleh KPU pasangan ini akan langsung tancap gas full memenangkan pertarungan.
“Kami akan mempertaruhkan semua kepentingan untuk masyarakat Kota Ternate untuk 5 tahun ke depan,” kata M. Hasan Bay usai pendaftaran di KPU, Sabtu (5/9).
Mengusung tagline “Bersama Lebih Baik”, MHB-GAS menyadari penuh bahwa Kota Ternate sebagai sentra ekonomi di Provinsi Maluku Utara dihuni oleh warga multietnis. Ada banyak hal yang masih harus dibenahi untuk terus memupuk harapan hidup orang di Ternate.
“Kita juga tahu Kota Ternate merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat, namun masih banyak tingkat pengangguran yang ada di Ternate berarti masih banyak permasalahan yang ada di sini. Maka saya dan Asghar harus mampu memecahkan masalah ini,” tegas MHB.
Berikut visi-misi yang diusung MHB-GAS.
VISI
“TERNATE BERBUDAYA 2025”
- Budaya: Merawat dan menjadikan nilai khasanah sejarah sebagai identitas yang unik dan khas di masyarakat Kota Ternate.
- Ekologis: Mewujudkan pembagunan kota ternate yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
- Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dan taat, dalam melaksanakan ajaran agama serta toleran terhadap agama lain di Kota Ternate.
- Bangkit: Meningkatkan kemajuan ekonomi dan sosial Kota Ternate untuk kesejahteraan.
- Unggul: Meningkatkan SDM birokrasi Kota Ternate yang kreatif dan inovatif untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
- Damai: Mewujudkan suasana yang harmoni, toleransi, saling menghargai dan relasi yang setara antar individu maupun komunitas yang hidup bersama di Kota Ternate.
- Adil: Mewujudkan pemimpin Kota Ternate yang amanah, jujur, lurus dan ikhlas dalam membangun.
MISI:
- Mewujudkan sumber daya manusia Kota Ternate yang berbudaya dan mendukung tata kelola pemerintahan yang inovatif dan responsif.
- Mewujudkan pengembangan dan perbaikan infrastruktur dasar dan jaringan transportasi kota yang berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan dan sosial.
- Mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi Kota Ternate yang mandiri dan berdaya saing.
PENDEKATAN
Pembangunan Manusia dan Penguatan Birokrasi:
- Membangun kualitas SDM dan Inovasi budaya birokrasi yang melayani.
Penguatan Infrastruktur Dasar:
- Mendorong terciptanya pembangunan infrastruktur dasar yang berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan sosial dan spasial.
Pembangunan Kesejahteraan:
- Membangun kesejahteraan dengan membangkitkan, basis ekonomi Kota Ternate yang unggul mandiri dan berdaya saing.
Pembangunan Manusia dan Penguatan Birokrasi:
MISI 1.
Mewujudkan SDM Kota Ternate yang mendukung tata kelola pemerintahan yang inovatif dan responsif.
- Membangun SDM secara menyeluruh, termasuk sektor pendidikan, kesehatan dan sosial.
- Pemerataan akses pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.
- Membangun relasi dan komunikasi yang toleran antar umat beragama untuk mengatasi masalah sosial masyarakat.
- Membangun masyarakat berbudaya dengan mewujudkan masyarakat yang menghargai kreatifitas budaya.
Membangun SDM secara menyeluruh, termasuk sektor pendidikan, kesehatan dan sosial:
- Membentuk sekolah-sekolah unggulan berbasis komunitas SD, SMP, dan SMA.
- Memberikan perhatian dan dukungan bagi pendidikan formal dan informal, dengan memberikan bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu.
- Peningkatan kualitas tenaga pendidikan.
- Penambahan jumlah dokter spesialis dan tenaga medis sesuai kebutuhan.
- Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memperkuat program-program preventif, dengan penyedian dokter spesialis, dokter umum dan tenaga kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas dan Pustu.
- Penyediaan fasilitas publik untuk berolah raga dan memastikan adanya makanan sehat dan bergizi bagi balita dan ibu hamil serta lansia.
- Menjadikan ternate sebagai wilayah yang ramah terhadap kaum difabel, yaitu memberikan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
- Mewujudkan fasilitas umum dan pelayanan publik, termasuk dalam bidang pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, dan bidang lainnya yang terkait dengan kehidupan difabel.
- Memberikan insentif bagi penduduk usia lanjut.
Meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas:
- Membangun sekolah unggulan di pulau hiri, pulau moti dan pulau batang dua yang tersertifikasi.
- Meningkatkan mutu pendidikan siswa yang berkarakter dan berakhlak.
- Pembangunan sarana prasarana pendidikan.
- Pengembangan dan pengelolaan puskesmas rawat inap.
- Peningkatan pelayanan kesehatan khususnya untuk wilayah terpencil dengan pemberian insentif yang rutin bagi dokter dan petugas kesehatan.
- Peningkatan regulasi di bidang pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Membangun relasi dan komunikasi yang toleran antar ummat beragama dalam mengatasi masalah sosial masyarakat.
- Menghidupkan dialog di RT dan RW dengan kegiatan-kegiatan keagamaan dan antar ummat beragama.
- Menghidupkan RT dan RW sebagai ruang hidup terdekat bagi warga dengan memberikan dukungan pendanaan program bagi legiatan-kegiatan RT dan RW.
- Menjadikan RT dan RW sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyakit sosial.
- Menghidupkan kegiatan keagamaan di kelurahan dan menjadikan kelurahan pusat-pusat aktivitas religi.
Membangun masyarakat berbudaya dengan mewujudkan masyarakat yang menghargai kreatifitasi budaya.
- Membangun pusat kegiatan disetiap wilayah yang dapat dinikmati masyarakat.
- Melengkapi taman-taman kota dengan fasilitas untuk mengekspresikan budaya sebagai ruang kohesi sosial bagi masyarakat.
- Melaksanakan festival kebudayaan secara berkala.
- Mengembangkan identitas budaya ternate.
- Revitalisasi situs-situs sejarah.
Menciptakan birokrasi yang melayani, efektif dan inovatif.
- Menciptakan tata kelola pemerintahan tanpa korupsi.
- Mewujudkan integritas dan transparan pengelolaan anggaran yang transparan, efektif dan efisien agar mencapai penyerapan yang berkualitas, dengan menerapkan system e-budgeting dan pembayaran non tunai.
- Membangun birokrasi yang lebih efektif, inovatif dan berorientasi pelayanan.
Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governace).
- Penerapan e-planning, e-budgeting dan e-monev.
- Melakukan reformasi birokrasi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
- Penerapan manajemen kinerja dengan meningkatkan predikat LAKIP dari B ke A.
- Melakukan reformasi tata kelola keuangan dengan meningkatkan dan mempertahankan predikat WTP tanpa catatan.
- Meningkatkan perbaikan indeks persepsi korupsi.
- Meningkatkan sinergitas dan koordinasi kerja antar provinsi dan kabupaten/kota
Penguatan Infrastruktur Ekonomi.
MISI 2.
Mewujudkan pengembangan dan perbaikan jaringan ekonomi dan transportasi kota yang berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan dan sosial.
- Menciptakan penataan lingkungan yang berkelanjutan.
- Penataan tata ruang sesuai perencanaan pemanfaatan pengendalian rencana tata ruang wilayah (RTZWP) sesuai perubahan lingkungan strategis.
- Penyediaan dan pengelolaan air bersih bagi masyarakat.
- Penataan dan penyediaan infrastruktur kota yang modern dan representatif.
Menciptakan penataan lingkungan yang berkelanjutan.
- Penataan ruang terbuka hijau.
- Penataan kawasan kumuh bagi perkampungan nelayan dan petani.
- Penataan kawasan mitigasi bencana dan pemcegahan abrasi pada wilayah-wilayah rentan.
- Pemetaan dan identifikasi kawasan rawan bencana.
- Peningkatan kesadaran literasi bencana bagi masyarakat.
Penataan tata ruang sesuai perencanaan pemanfaatan pengendalian RTRW dan RTZWP.
- Menerapkan dan mewujudkan pengendalian dampak lingkungan hidup pada setiap perencanaan pembangunan.
- Menerapkan pengelolaan sampah yang berskala provinsi dengan sistem daur ulang yang ramah lingkungan.
- Mempertahankan daya dukung llingkungan dengan pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan RTRW dan RTZWP
Penyediaan dan Pengelolaan air bersih bagi masyarakat.
- Menyiapkan sistem distribusi air bersih bagi masyarakat.
- Membangun kawasan resapan sumber air.
- Program pemulihan kawasan konservasi air.
- Mengratiskan air bersih dan listrik bagi seluruh rumah ibadah
Penataan dan penyediaan infrastruktur kota yang moderen dan representatif.
- Akselarasi pembangunan kota;
- Penyediaan sarana utilitas dan penataan kawasan perkotaan;
- Menyediakan taman olahraga disetiap wilayah;
- Menyiapkan tempat sampah ramah lingkungan di setiap kelurahan;
- Taman perkuburan di tiap kecamatan.
Pembangunan kesejahteraan.
MISI 3.
Mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi kota ternate yang mandiri dan berdaya saing.
- Menyediakan kesempatan dan lapangan kerja;
- Pembangunan infrastruktur dasar untuk aksebilitas masyarakat;
- Mewujudkan stabilitas harga bahan pokok sebagai solusi tingginya inflasi;
- Penataan dan penyediaan infrastruktur kota yang modern san representatif.
Menyediakan kesempatan dan lapangan kerja.
- Membangun kesadaran wirausaha;
- Mengembangkan program magang dan pelatihan keterampilan kerja;
- Melakukan pemetaan atau profil SDM para pencari kerja;
- Menyediakan informasi lowongan kerja melalui aplikasi daring pada semua warga;
- Memberi ruang yang luas bagi tumbuhnya pengusaha lokal;
- Mewujudkan program bantuan modal dan pengembangan usaha untuk UMKM sebagai penyerap tenaga kerja.
Pembangunan infrastruktur dasar untuk aksebilitas masyarakat.
- Membangun infrastruktur jalan dan transportasi untuk membuka akses;
- Membangun jembatan penyeberangan ternate-tidore;
- Pembangunan dan revitalisasi ruang publik fungsional seperti halte, stasiun, terminal, dan tempat wisata;
- Membangun tempat hunian yang layak dan terjangkau;
- Merevitalisasi dan mengembangkan pasar-pasar tradisional di setiap wilayah
Mewujudkan stabilitas harga harga pokok sebagai solusi tingginya inflasi.
- Membangun sentra-sentra ekonomi dan industri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi wilayah;
- Membangun simpul-simpul ekonomi wilayah, sesuai dengan komoditi (pertanian, perikanan dan perkebunan) di setiap wilayah kota ternate;
- Mengatur sistem tata niaga pemasaran hasil pertanian dan perikanan untuk mencegah kemahalan pangan;
- Meningkatkan efisiensi produk dan rantai distribusi untuk menjaga stok dan harga bahan pokok;
- Melakukan pemetaan kebutuhan konsumsi bahan pokok;
- Melaksanakan operasi pasar untuk warga miskin;
- Membuat sistem informasi antar produsen melalui aplikasi online untuk menjaga kenaikan harga bahan pokok tidak melebihi kenaikan upah;
- Membangun kemitraan dengan daerah-daerah penyangga kebutuhan komoditi pangan di maluku utara.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.