Tandaseru — Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut Karel Satsuit Tubun (KST) 356 berlabuh di perairan laut Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Rabu (19/8). Kedatangan KRI tersebut dalam rangka Operasi Manggala Yudha 20.
Saat ditemui tandaseru.com di ruang perwira KRI, Komandan Gugus Tempur Laut Armada 3
Laksamana Pertama TNI AL Rudi Afiyantara M.Si. M.Tr (Han) mengatakan, pihaknya tengah melaksanakan operasi siaga tempur laut atau siaga tempur.
“Kita melaksanakan patroli di wilayah timur mulai dari ALKI 3 sampai di wilayah perairan Papua, Maluku, dan Maluku Utara. Kita kemarin patroli di perairan Maluku Utara, Morotai untuk melaksanakan pengamanan perbatasan,” tuturnya.
Rudi bilang, kedatangan KRI di Morotai selama dua hari juga sekaligus untuk belanja kebutuhan kapal dan refreshing prajurit.
“Kita mau berlabuh di sini merencanakan dua hari untuk penambahan air tawar dan refreshing prajurit dan belanja bahan makanan,” ungkapnya.
Rencananya, KRI KST berencana berlabuha di Pelabuhan Morotai. Hanya saja terkendala adanya kapal kargo yang melakukan aktivitas bongkar muat.
“Harapan saya untuk Morotai, di sini harus ada fasilitas sarana prasarana yang mendukung Angkatan Laut, karena di Morotai sudah ada Lanal. Saat ini Lanal belum mempunyai dermaga sendiri, mungkin ke depan bisa dibangun untuk berlabuhnya kapal perang,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, kedatangan KRI tersebut disambut Komandan Lanal Pulau Morotai Letkol Laut Norman Faizal, M.tr. Hanla didampingi Kapten Laut (P) Junaidi Palaksa dan Lettu Laut (P) Ismail T. Rahaguna Pgs Pasop.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.