Tandaseru — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara menyerahkan mesin polymerase chain reaction (PCR) ke Rumah Sakit Chasan Boesoirie, Senin (10/8). Penyerahan dilakukan Sekretaris Gugus Tugas Samsuddin A. Kadir kepada Direktur RSUD CB dr. Samsul Bahri.

Usai menyerahkan mesin PCR, Samsuddin yang juga Sekretaris Provinsi Malut menyatakan, sebelumnya Malut memiliki kendala dalam penanganan Covid-19 lantaran harus mengirimkan sampel ke luar daerah. Akibatnya, terjadi penumpukan sampel spesimen yang harus diuji.

“Alhamdulillah, mesin PCR yang kita miliki dan sudah terpasang bisa membantu memudahkan penanganan,” ucapnya.

Samsuddin bilang, dengan adanya mesin PCR cukup membantu para petugas yang bekerja di laboratorium agar bisa bekerja lebih cepat. Selain itu, dirinya juga telah melakukan peninjauan beberapa persoalan yang mungkin segera diantisipasi terutama perluasan ruangan PCR yang masih sempit.

Dikatakan Samsuddin, mesin PCR yang dimiliki Malut, baik melalui pengadaan Gugus Tugas maupun bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah bisa dioperasikan. Sedangkan untuk tes cepat molekuler (TCM) tergantung ketersediaan cartridge.

“Saat ini mesin PCR sudah bisa menyelesaikan kurang lebih 120 sampel sekali putaran, yang terdiri dari 96 sampel sekali putaran mesin PCR pengadaan langsung Gugus Tugas Malut dan 30 sampel dari mesin PCR bantuan BNPB,” terangnya.

Samsuddin juga menambahkan, jika dalam sehari ada penambahan di bawah angka 100 maka pihak RSUD CB sudah bisa menyelesaikan.