Tandaseru — Sampah yang berserakan di Pantai Army Dock Pulau Morotai, Maluku Utara ikut mendapat sorotan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Morotai.

Saat berkunjung ke Army Dock usai menggelar Pendidikan Dasar, Minggu (8/11), Ketua GMNI Pulau Morotai Krisnadi Wairo kepada tandaseru.com menyatakan amat menyayangkan kondisi pantai tersebut. Pasalnya, banyak sampah alam dan plastik lokal maupun kiriman yang bertebaran. Petugas kebersihan juga diketahui sudah dua pekan tak datang melakukan pembersihan.

“Sejauh ini tampak tidak ada yang memperhatikan kebersihan Pantai Army Dock ini. Kami minta agar petugas kebersihan kembali membersihkan dan pengunjung juga bisa ikut menjaga kebersihan dengan tidak buang sampah sembarangan,” tuturnya.

Ketua GMNI Pulau Morotai Krisnadi Wairo. (Tandaseru/Irjan)

Krisnadi juga meminta Dinas Pariwisata dan instansi terkait memperhatikan dan mengelola Pantai Army Dock. Sebab lokasi tersebut merupakan salah satu saksi sejarah Perang Dunia II.

“Sampah yang ada di sini kebanyakan sampah organik dan sampah plastik. Butuh perhatian bersama,” ujarnya.

“Sampah ini sangat mengganggu para pengunjung kemudian juga mengganggu pemandangan dan kesehatan,” sambungnya.

Sejauh ini, Pantai Army Dock sendiri dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan. Kepala DKP Pulau Morotai Suriani Antarani ketika dikonfirmasi tandaseru.com mengatakan petugas kebersihan saat ini masih fokus membersihkan lokasi pantai eks Sail Morotai yang berada di Desa Juanga Kecamatan Morotai Selatan.

“Satgas masih pembersihan di pantai eks lokasi Sail,” singkatnya.