Tandaseru — Turnamen mini soccer Kapolda Maluku Utara Cup I antar objek vital nasional (obvitnas) dan objek tertentu (obter) di Malut dihujani protes, Jumat (3/11) malam.
Protes ini berlangsung di lapangan mini soccer R26 Ternate karena pihak panitia dinilai tidak konsisten dengan hasil technical meeting yang dilakukan di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polda Malut sebelumnya.
Salah satu majager PT Harita Nickel menyatakan, keputusan panitia dalam turnamen sudah lari dari kesepakatan meeting.
Dalam meeting sebelumnya, disepakati setiap tim yang bertanding dibolehkan menggunakan pemain dari luar perusahaan. Namun pada laga kedua turnamen, peraturan yang dibahas sudah berubah atau dibatalkan.
“Kami Harita B mengalami kekalahan pada laga pertama, jadi kita tetap protes sehingga kemenangan berpihak pada kita, bukan pada IWIP,” ujarnya.
Bahkan Harita juga bersikukuh tidak akan melanjutkan pertandingan jika panitia tidak mengambil keputusan yang jelas.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.