Tandaseru — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Maluku Utara, telah menerima hasil uji laboratorium dari sampel air laut di pesisir Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan.
Pengujian di laboratorium Water Laboratory Nusantara (WLN) Indonesia, Manado, itu untuk mencari tahu kondisi parameter baku mutu air laut yang diduga menyebabkan pencemaran, dan matinya ribuan ikan terdampar di sekitar pabrik pengolahan tahu-tempe, Kelurahan Sasa, Minggu (10/9) lalu.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, DLH Kota Ternate, Syarif Tjan mengatakan, dari hasil uji laboratorium terdapat 4 parameter yang mengalami kenaikan sangat signifikan melebihi baku mutu air laut.
Diantaranya, parameter Nitrat (NO2) dengan baku mutu 0,06 mengalami kenaikan 0,37, parameter Ammonia (NH3) dengan baku mutu 0,06 naik menjadi 0,37, parameter Fosfat (H3PO4) dengan baku mutu 0,15 naik 0,412, dan parameter Hidrogen Sulfida (H2S) dengan baku mutu 0,01 naik 0,400.
“Jadi dari keempat parameter ini kami mengambil kesimpulan bahwa telah terjadi pencemaran yang cukup signifikan yang berasal dari limbah organik,” jelas Syarif, Rabu (27/9).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.