Tandaseru — Masalah infrastruktur yang dinilai sangat urgen di Kecamatan Pulau Moti, Kota Ternate, Maluku Utara, saat ini adalah talut penahan ombak dan pelabuhan.

Camat Pulau Moti Fahruddin Ginting mengatakan, hampir di seluruh kelurahan di Pulau Moti kondisi talut penahan ombaknya telah rusak parah.

“Talut penahan ombak itu yang masih diusul kembali. Itu hampir di seluruh kelurahan, enam kelurahan. Rata-rata talut rusak. Yang jelas kerusakan parah itu di Kelurahan Tafamutu, Figur dan Moti Kota,” jelas Fahruddin, Kamis (10/2).

Akibat rusaknya talut penahan ombak, pemukiman warga yang berada di pesisir terancam dampak abrasi. Bahkan, di lingkungan perkantoran sudah ada satu unit kantor yakni Kantor Urusan Agama (KUA) di Kelurahan Moti Kota terkena dampak abrasi.

Sementara itu, untuk pelabuhan speedboat rute Moti-Makian dan Moti-Ternate yakni Pelabuhan Tanjung Pura di Kelurahan Takofi juga butuh perbaikan lantaran sudah rusak parah.

“Pelabuhan Tanjung Pura di Takofi itu yang rusak parah sampai hari ini belum diperbaiki, mungkin di tahun ini ada perhatian lah. Karena itu kalau ombak besar akan patah semua itu,” pungkasnya.

Ia menambahkan, usulan-usulan masalah infrastruktur tersebut akan disampaikan kembali pada musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan untuk rencana pembangunan tahun 2023 yang bakal dilaksanakan Februari ini.