Tandaseru — Kelangkaan BBM yang terjadi di Maluku Utara beberapa pekan terakhir tak berdampak pada pelayaran.

Hal ini diungkapkan Humas PT ASDP Kota Ternate, Rahmat Nugroho, saat ditemui Senin (15/11).  Ia mengaku sejauh ini pelayaran ASDP di Maluku Utara masih normal saja. Tidak ada kelangkaan BBM jenis solar yang selama ini digunakan ASDP dalam mengoperasikan pelayaran.

“Kita di ASDP itu persediaannya dari BPH Migas, dan untuk stoknya dalam setahun itu sudah ditetapkan oleh BPH Migas,” tuturnya.

Ia mengaku, permintaan BBM jenis solar untuk pengoperasian satu kapal biasanya sebanyak 5 ton. Jumlah ini bisa bertahan 4 hingga 5 hari ke depan.

“Permintaannya nanti sesuai dengan kebutuhan dan trip yang dijalani. Jadi satu kapal feri itu melakukan permintaan 5 ton maka 4 atau 5 hari lagi baru ajukan permintaan lagi,” jelasnya.

Satu kapal feri, sambung Rahmat, menghabiskan solar dalam sebulan 3.500 liter. Sementara untuk rute Ternate-Bitung, Sulawesi Utara, bisa mencapai 100.000 liter per bulan.

Kapal feri yang beroperasi di Maluku Utata sendiri sebanyak 11 unit. Namun saat ini yang aktif beroperasi sebanyak 9 unit.

“Untuk 9 unit ini beroperasi seluruh Maluku Utara seperti Ternate, Bacan, Tobelo dan juga Kepulauan Sula,” tandasnya.