Tandaseru — Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara telah menyusun rencana pendistribusian menutupi kekurangan guru SD maupun SMP. Hal ini dilakukan agar kekurangan guru bisa teratasi dengan baik.
Kepala Bidang Pendidikan SD Diknas Tikep, Jamil Hadi saat dikonfirmasi Jumat (18/6) menjelaskan bahwa kekurangan guru yang ada di tingkat SD sejauh ini masih cukup banyak.
Guru yang masih kekurangan untuk tingkat SD di antaranya guru kelas yang masih dibutuhkan sebanyak 92 orang, guru PJOK 42 orang, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 25 orang, serta Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebanyak 2 orang.
“Jadi menunggu seleksi PPPK untuk guru tahun ini, tetap akan ada upaya kami untuk melakukan pemerataan guru di tingkat SD ini,” terangnya.
Langkah yang dilakukan adalah dengan pendistribusian kelebihan guru yang ada di setiap sekolah.
“Karena ada sekolah yang kelebihan guru, ada juga yang kurang. Yang lebih ini rencana kami distribusi untuk menutupi kekurangan yang ada di sekolah lain. Tetapi kami sangat berharap dengan seleksi PPPK tahun ini, tentu dapat meringankan sedikit masalah kekurangan guru di Tikep. Karena kuota yang tersedia sangat cukup banyak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tikep, Zainuddin Umasangadji saat dikonfirmasi juga membenarkan hal yang sama. Zainuddin mengaku Dinas Pendidikan tetap akan mengupayakan agar kekurangan guru yang ada di beberapa sekolah baik SD maupun SMP bisa teratasi dengan baik dalam waktu dekat ini.
“Iya ada rencana untuk melakukan pemerataan guru itu baik SD maupun SMP, saat ini formula yang kami gunakan untuk mengatasi masalah itu dengan melihat guru yang melebihi di satu sekolah akan kami isikan di sekolah yang alami kekurangan,” tuturnya.
Zainuddin menegaskan saat ini pihaknya masih menginventarisir jumlah kelebihan guru di setiap sekolah baik SD maupun SMP.
“In syaa Allah secepatnya akan kami lakukan upaya pemerataan guru itu. Kami juga sangat bersyukur dengan adanya seleksi PPPK tahun ini, setidaknya dengan jumlah kuota yang tersedia. Jika kuota semua terpenuhi, tentu kekurangan guru di Tikep bisa teratasi,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.