Tandaseru — Puluhan pegawai Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Maluku Utara, melakukan mogok kerja, Kamis (14/1). Tak hanya mogok, pegawai yang terdiri atas ASN dan pegawai tidak tetap (PTT) ini juga menyegel pintu masuk kantor.
Penyebab aksi tersebut adalah belum terbayarnya tunjangan para pegawai sejak akhir tahun 2020 kemarin. Menurut pengakuan salah satu pegawai, ia dan rekan-rekannya kesal karena insentif pada triwulan IV dan tambahan penghasilan pegawai (TPP) bulan Desember belum dicairkan hingga pertengahan Januari 2021.
“Kami kesal dengan hak-hak kami yang sampai sekarang tidak dibayar,” kata salah satu pegawai yang enggan disebutkan namanya.
Para pegawai mengaku telah mengadukan hal tersebut ke Kepala BP2RD Ahmadyani Abdurahman. Namun hingga kini tak ada solusinya.
Tak mampu lagi menahan amarah, pegawai pun memutuskan melakukan mogok kerja.
“Insentif triwulan IV kami dan TPP di bulan Desember itu sampai sekarang tidak dibayar. Padahal tugas kami sudah laksanakan bahkan penagihan pajak tahun ini capaiannya sampai 100 persen. Kenapa insentif tidak dibayar?” katanya mempertanyakan.

Sekretaris BP2RD Kota Ternate Jufri Ali saat ditemui menjelaskan persoalan yang tengah terjadi pada puluhan pegawainya. Ia mengaku BP2RD sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah namun hasilnya masih nihil.
Menurutnya, untuk mencairkan honorarium para pegawai masih menunggu Dana Bagi Hasil (DBH) dari Provinsi Maluku utara.
“Sampai saat ini pun Provinsi belum bayar, sehingga uang yang harus dibayar kepada pegawai BP2RD tentunya belum bisa. Tapi dalam tahun pasti akan dibayar, hanya saja belum saat ini,” jelasnya.
“Tadi saya sudah koordinasi dengan Asisten III dan Kepala Keuangan dan katanya akan cair tahun ini juga, hanya saja menunggu SK,” sambung Jufri.
Jufri bilang, di BP2RD terdapat PTT yang untuk mengambil gajinya butuh SK. Masalahnya, hingga kini SK tahun 2021 belum juga terbit.
“Saya sudah koordinasi juga dengan pimpinan dan pegawai agar supaya kantor bisa dibuka kembali tapi suara terbanyak mereka yakni Senin baru dibuka. Tapi saya berpikir ini akan mengganggu pelayanan masyarakat,” pungkasnya.
Sekadar informasi, jumlah total pegawai di BP2RD sebanyak 115 orang ASN dan 40 PTT.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.