Tandaseru – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tani sepanjang 15 kilometer akan tuntas sepenuhnya pada tahun 2026. Hingga saat ini, progres fisik di lapangan telah mencapai 13,215 kilometer.

Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai, Fahmi Usman, menyatakan bahwa proyek yang digenjot sejak tahun 2025 ini merupakan upaya pemerintah memenuhi kebutuhan aksesibilitas bagi para petani di wilayah tersebut.

“Saat ini pekerjaan sudah mencapai 13,215 kilometer. Sisa 1,785 kilometer lagi akan segera kami tuntaskan tahun ini,” ujar Fahmi kepada wartawan, Minggu (4/1/2026).

Kendala Cuaca dan Medan Berat

Meski progres berjalan signifikan, Fahmi mengakui adanya sejumlah tantangan di lapangan. Intensitas curah hujan yang tinggi serta medan yang berlumpur menjadi hambatan utama dalam mobilisasi alat berat dan pengerjaan fisik.

Di beberapa titik, seperti Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, petugas harus melakukan pemotongan gunung karena kontur tanah yang terlalu tinggi. Selain itu, kondisi tanah yang lunak memerlukan material timbunan yang lebih tebal dari perencanaan awal.

“Kami masih menunggu cuaca membaik untuk mengerahkan alat ke lokasi sisa pekerjaan, karena kondisi hujan saat ini belum memungkinkan,” tambahnya.

Rincian Sebaran Pembangunan

Berdasarkan data Dinas PUPR, berikut adalah rincian capaian jalan tani yang telah dikerjakan di tiga kecamatan:

• Kecamatan Morotai Selatan: Meliputi SP1 Desa Morodadi (3,5 km), Desa Morodadi (892 m), Desa Gotalamo/Kong-kong (1,5 km), dan Desa Cao Muhajirin (4 km).

• Kecamatan Morotai Timur: Meliputi Desa Rahmat (3,5 km), Sangowo Timur (500,75 m), dan Desa Sambiki (892 m).

• Kecamatan Morotai Selatan Barat: Desa Waringin (140 m).

Adapun sisa volume 1,785 kilometer yang belum tuntas berada di Desa Sambiki dan kelanjutan di Desa Morodadi.

Dalam kesempatan tersebut, Fahmi juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang menyebutkan bahwa realisasi jalan tani hanya mencapai 9 kilometer. Ia menegaskan bahwa data lapangan menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi.

“Masyarakat jangan termakan isu hoaks. Saya tegaskan progres sudah 13,215 kilometer dan sisanya akan segera diselesaikan begitu cuaca mendukung,” pungkasnya.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter