Menurut Rusdy, kerusakan bangunan sekolah sebelumnya sudah direhab. Hanya saja, rehab yang kurang bagus membuatnya tidak bertahan lama dan kembali rusak.

“Direhab awal seharusnya seng tidak perlu dibongkar. Karena seng dibongkar dan dipasang yang baru, dinding dan atap renggang makanya di saat hujan air tergenang masuk ke plafon,” terangnya.

“Musala itu, sengnya tidak bagus, jadi kalau musim hujan air hujan masuk ke dalam tembus plafon dan tidak bisa salat di situ,” tambahnya mengakhiri.