Mirisnya lagi, material batu kerikil yang dipakai dalam proyek ini diambil di Pulau Dodola. Padahal hal itu sangat tidak bisa dilakukan.

“Itu kemarin yang dia punya ring balok, mereka cor karena mereka cepat-cepat pulang makanya ambil material di sini (Dodola),” ungkap dia.

“Untuk biaya perbaiki itu pelaksana yang tanggung jawab. Jadi ini karena pekerja mau pulang makanya mereka kerja ceapt-cepat, jadi kemarin sudah ditegur, ada dua ini (tiang pancang),” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Syaban Lanoni mengaku proyek di Dodola bukan kewenangannya. Sebab, proyek tersebut dibangun oleh Kementerian Perhubungan.

“Kita tidak terlibat langsung di situ, mulai dari awal proses penetapan lokasi dan sebagainya, jujur saya tidak tahu,” ungkap Syaban.

Menurut dia, kalau proyek sejak kepala dinas pariwisata sebelumnya maka sudah tentu dokumen proyeknya pasti dikantongi.

“Kalau proyek itu ketika jaman Ida Arsyad (mantan kadis) itu sudah mulai masuk dengan dokumen yang kita tahu. Itu proyek dari menteri perhubungan, nah kalau teknis nya bukan wilayah saya,” tandasnya.