“Kami meminta maaf kepada pelanggan, karena persoalan kerusakan saat ini cukup serius. Jika macetnya karena persoalan instalasi tentu bisa diatasi secara cepat. Akan tetapi, kerusakan pompa menjadi kendala kami, dan untuk penggantian pompa juga harus dilakukan secara hati-hati oleh teknisi, sehingga tidak rusak dan pelayanan air bersih bisa normal kembali,” tuturnya.

Menurut Fauzi, kerusakan pompa terjadi sejak 2 Juli 2024 lalu di mana telah terjadi kerusakan yakni hangusnya gardu PLN di Pusat Operasi II PDAM Tobelo yang berakibat rusaknya dua unit motor pompa di PO 11. Lalu pada 7 Juli 2024 terjadi korsleting listrik di lokasi yang sama sehingga satu unit motor pompa kembali rusak.

“Terjadinya kerusakan pada tiga unit motor pompa tersebut disebabkan karena gangguan jaringan listrik PLN. Tiga pompa tersebut berkapasitas 15 kw, 11 kw dan 7,5 kw,” jelasnya.

Selanjutnya pada 1 Agustus 2024 terjadi korsleting listrik PLN di Pusat Operasi Popilo yang mengakibatkan kerusakan pada pompa berkapasitas 5,5 kw. Kemudian pada 8 Agustus 2024 terjadi korsleting pada panel pompa sehingga kembali merusak pompa pengganti dengan kapasitas 3 kw.

“Oleh karena itu terjadi kemacetan air khususnya di lokasi Jl. Pemerintahan, sebagian Desa MKCM jalan belakang, Desa Gosoma, Desa WKO, Desa Popilo serta sebagian Desa Gorua. Saat ini PDAM sedang berupaya untuk mengganti motor pompa yang hangus. Oleh karena itu, disampaikan kepada pelanggan yang tinggal di lokasi tersebut untuk kiranya dapat dipahami sampai dengan selesainya perbaikan. Dimohon bantuan kepala desa agar dapat menyampaikan informasi kepada warga pelanggan di desa masing-masing,” tandas Fauzi.