Tak disangka, Hardi ikut masuk ke ruang rapat dan mengajukan pertanyaan kepada Kadis Perindagkop, Demisius O Boky.
“Saya pikir yang bertanya itu wartawan, sehingga saya menanggapi dengan santai bahwa kalau wartawan yang bertanya harus beretika. Nah di situ yang bersangkutan membalas dengan nada yang tinggi,” tutur James.
Setelah mengetahui yang bertanya bukan wartawan, James meminta Hardi keluar dari ruang rapat. Namun Hardi menyahut dengan nada keras sehingga memancing suasana menjadi gaduh.
“Karena membuat gaduh akhirnya ajudan saya menarik keluar. Tapi ada perlawanan sehingga akhirnya terjadi insiden tersebut,” ungkapnya.
Meski begitu, James menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Ia mengaku prihatin dan menyatakan kekerasan dalam bentuk apapun tak bisa dibenarkan.
“Kalau yang bersangkutan mau membuat laporan (ke jalur hukum), silahkan. Sebagai warga negara dijamin hak konstitusionalnya. Begitu juga di pihak yang dilaporkan juga punyak hak konstitusional untuk mengklarifikasinya. Saya berharap masalah ini tidak berlarut-larut, karena persoalan utama yang tengah kita hadapi adalah kelangkaan minyak tanah, dan pemda sudah mulai mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikannya,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, saat ini Brigpol Charles Aniky telah ditarik kembali ke Polres Halmahera Barat.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.