Ketua Bawaslu Ternate, Kifli Sahlan mengatakan bahwa pihaknya melakukan pengawasan secara ketat terhadap proses PSU tersebut, dimulai dari persiapan hingga berakhirnya pungut hitung.

“Bawaslu mengawasi secara ketat dari beberapa indikator kerawanan, di antaranya money politic, penyamaran pemilih, intimidasi pemilih, dan pihak yang sengaja mengganggu proses pemungutan dan penghitungan,” kata Kifli.

Sekadar diketahui, sesuai DPT yang diungkapkan Revelyno Mario Hitiyahubessy, Kordiv Data KPU Ternate, berjumlah 285, angka partisipasi pemilih sebanyak 241, dan undangan atau form C Pemberitahuan yang tersalurkan 248, meninggal dunia 3, dan pindah memilih 3.