“Di hadapan DPP, Ketua DPC tidak mengakui saya sebagai Kabappilu DPC Demokrat Halbar. Padahal jauh sebelum tahapan pileg berjalan saya diperintahkan langsung oleh ketua untuk menggantikan Bapak Faldi Anjas yang saat itu jabat Kabappilu. Saya di hadapan DPP pun no comment karena SK masih sebatas pengusulan tetapi tugas-tugas Kabappilu sudah saya laksanakan dan puji Tuhan, alhamdulillah Demokrat keluar sebgai pemenang pileg di Halbar atas kerja keras semua kader, dan saya juga satu-satunya kader Partai Demokrat yang dipercayakan jadi Ketua TKD Pragib di Halbar,” imbuhnya.

Yoram menambahkan, Partai Demokrat Halbar di bawah kepemimpinan Ibnu banyak gesekan internal. Antara lain mengeluarkan sejumlah kader dari grup tanpa alasan mendasar. Selain itu, dalam proses pengusulan nomor urut caleg pleno DPC dan DPD ia yang seharusnya nomor 1 tetapi atas manuver pihak-pihak yang tidak senang di internal partai digeser ke nomor urut 4. Beruntung, DPP akhirnya memutuskan Yoram kembali ke nomor urut 1.

“Jadi saya ini diibaratkan anak yang lahir tanpa direstui orang tua. Saya juga mengajak agar semua yang sudah menandatangani pernyataan dan usulan pimpinan dewan agar patuh dan berhenti berbuat gaduh di internal. Karena ini normatif oleh DPP, bukan paksaan dari Bupati,” pungkasnya.