Menindaklanjuti hasil komunikasi tersebut, bahkan telah digelar rapat pleno di DPC yang ditandatangani semua peserta yang hadir. Namun pleno tersebut dibatalkan karena bertentangan dengan PO Nomor 3 Tahun 2023 yang mengisyaratkan ketua DPRD memiliki pengalaman ber-DPRD, suara terbanyak, pengalaman organisasi, dan strata akademik.

“Dengan syarat yang begini jelas saja saya memilih untuk tidak diusulkan pada pimpinan DPRD karena menghargai ketua DPC dan senior di partai sehingga yang diusulkan adalah Ibnu Saud Kadim, Melson Waery, dan Veronika Tony,” tuturnya.

Yoram menyayangkan, loyalitas dan keikhlasan seperti ini justru dibalas dengan gerakan-gerakan ketua DPC yang ingin mendorong dan mencalonkan saudara sepupunya menjadi salah satu calon kepala daerah.

“Bisa dibayangkan, Ibnu yang hubungan emosionalnya dengan sepupu saja bisa bersikukuh loyal, apalagi saya yang hubungan emosional adik kakak kandung dengan Bupati James Uang. Tentu ini terjadi turbulensi internal yang tidak harus saya loyal dan patuh lagi kepada ketua DPC,” ujarnya.

Belakangan, hasil pleno DPC soal pengusulan ketua DPRD dibatalkan lantaran dinilai DPP bertentangan dengan PO.

“Hasil pleno DPC yang mengusulkan 3 orang untuk masuk bursa ketua DPRD dinilai oleh DPP bertentangan dengan PO maka kembali dianulir DPP dan sudah ditandatangani oleh 6 orang anggota DPRD terpilih dan yang diusulkan adalah Ketua DPC Ibnu Saud Kadim yang pengalaman ber-DPR dan saya Yoram Uang peraih suara terbanyak,” papar Yoram.

Ia mengungkapkan, pengalaman berorganisasi sebagai Waketum DPP Apdesi RI dan strata akademik itu yang sebenarnya jadi pertimbangan normatif DPP, bukan status kakak beradik.

“Karena saya juga tidak bernafsu untuk jadi ketua DPRD. Kesimpulannya, bola sudah berada di DPP, apapun keputusannya saya siap tunduk dan tegak lurus,” tukas Yoram.