Puasa juga dapat meningkatkan suasana hati. Penelitian di Journal of Nutrition Health & Aging, bahwa peserta studi melaporkan suasana hati yang membaik setelah 3 bulan berpuasa intermiten, Selain itu , mereka juga merasakan penurunan ketegangan, kemarahan, dan kebingungan.

4. Puasa Dapat Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Di dalam tubuh manusia, terdapat banyak hormon yang dapat memengaruhi reaksi emosional seseorang, termasuk hormon yang bertanggung jawab terhadap hawa nafsu. Misalnya nafsu melakukan kekerasan, amarah, hingga kekejaman. Ketika berpuasa, metabolisme hormon akan dipercepat, sehingga tidak sempat memengaruhi tindakan seseorang.

5. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Seseorang yang berpuasa akan dipandang sebagai orang yang taat pada agamanya. Pandangan ini dapat meningkatkan kepercayaan dirinya. Ia pun akan lebih bersemangat untuk terus meningkatkan ibadah, terutama di bulan Ramadan.

6. Terhindar dari Kebiasaan Buruk

Puasa bisa membantu seseorang mengurangi kebiasaan buruk yang biasa ia lakukan. Misalnya, merokok, berbohong, bergunjing, makan camilan yang tidak sehat, dan lain-lain. Selain membentuk pola hidup yang sehat secara fisik, ini akan memengaruhi kondisi psikologis seseorang.

7. Mengobati Gangguan Mental

Menjalankan puasa dapat memurnikan sel-sel tubuh, termasuk sel otak. Bahkan, puasa dijadikan terapi perawatan untuk penderita skizofrenia. Pada tahun 1972, seorang direktur dari Moscow Psychiatric Institute melaporkan bahwa terapi puasa sukses menyembuhkan lebih dari 7 ribu pasien penyakit mental, termasuk skizofrenia.

8. Meningkatkan Memori

Menurut sebuah penelitian di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, membatasi jam makan seperti puasa telah terbukti secara signifikan dapat meningkatkan daya ingat. Dalam studi tersebut, setelah subjek penelitian melakukan empat minggu puasa intermiten, kinerja pada tugas perencanaan tata ruang dan memori kerja meningkat secara signifikan.

9. Menjauhkan Diri dari Kebiasaan Negatif

Puasa di bulan Ramadan bertujuan untuk beribadah dan meningkatkan akhlak serta kebiasaan yang baik. Ibadah ini bukan cuma menahan diri dari rasa lapar dan haus saja. Puasa di bulan Ramadan juga dapat membantu untuk menjauhkan diri dari keburukan dan kebiasaan negatif. Contohnya seperti marah, berdebat, berkelahi, atau bernafsu. Selama menjalani puasa di bulan Ramadan, banyak orang yang berfokus untuk membangun pengendalian diri, dan mempelajari kembali kebiasaan positif yang mengubah hidup. Di sini mereka dapat memperoleh kesabaran, kemauan yang kuat, dan hidup disiplin. (*)