Tandaseru — Desa Sawadai terletak di kaki Cagar Alam Gunung Sibela di Pulau Bacan. Secara administratif, desa ini terletak di Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Jaraknya dari ibukota Halmahera Selatan, Labuha, sekitar 16,2 kilometer. Ke sana lah kami pada Kamis (8/2/2024) dini hari.

Hutan di belakang Sawadai menjadi salah satu titik pengamatan Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii), burung yang diidentifikasikan naturalis Inggris Alfred Russel Wallace, di Pulau Bacan. Trip yang dilaksanakan SeaTrek Sailing Adventure dengan rute Ternate-Bitung mengajak para tamu menikmati napak tilas perjalanan Wallace hingga melahirkan Teori Evolusi oleh Seleksi Alam.

Setelah mengunjungi Desa Dodinga, Kabupaten Halmahera Barat, dan menikmati eksotisme bawah laut Kepulauan Guraici, Kabupaten Halmahera Selatan, kali ini tetamu diajak memantau keberadaan burung endemik Halmahera, Bidadari Halmahera, langsung di habitatnya.

***

Azan Subuh belum juga berkumandang ketika saya meninggalkan hotel di pusat kota, menerjang dingin menuju Sawadai. Begitu tiba di Sawadai, azan terdengar dari masjid terdekat, bersahutan dengan suara lolongan anjing, hewan penjaga kebun warga.

Tamu mengabadikan gambar pohon beringin di hutan lereng Gunung Sibela. (Tandaseru/Ika Fuji Rahayu)

Kasman Sumaila (50 tahun), pemandu kami, berdiri menunggu di pertigaan jalan. Dua porter, Alfan dan Inal, turut serta. Ketiganya merupakan warga lokal Sawadai.

Kasman sudah 27 tahun menjadi pemandu. Pekerjaan ini diwarisi ia dan adiknya, Krisman Sumaila, dari sang ayah. Sudah ratusan tamu dibawanya mengamati Bidadari Halmahera, sebagian besar merupakan warga negara asing. Kasman hafal betul seluk beluk hutan tersebut, termasuk di titik mana saja burung endemik itu kerap menari.

Tak lama menunggu, rombongan trip yang datang dari Pelabuhan Babang tempat kapal milik SeaTrek, KM Ombak Putih, berlabuh tiba. Kami melanjutkan perjalanan dengan kendaraan ke tepi hutan.

Dari total 16 peserta trip napak tilas perjalanan Wallace, hanya enam tamu yang memilih ikut pengamatan Bidadari Halmahera. 10 tamu lainnya menjelajahi lokasi yang medannya lebih ramah seperti Benteng Barnaveld, kedaton Kesultanan Bacan, dan pasar rakyat.

Seorang pria memperkenalkan diri di antara rombongan pengamatan burung. Iksan Jasmir, Kepala Seksi Informasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Halmahera Selatan. Ia ikut memastikan kebutuhan pendakian terpenuhi. Kepala Seksi Pemasaran dan Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Halmahera Selatan, M Samsir Ibkar, mengiringi pendakian. Sementara Iksan sendiri harus menemani 10 tamu lain.

Di tepi hutan, Iksan menyodorkan potongan cabang pohon seho (aren) kepada semua pendaki. Cabang itu tipis, berpermukaan licin, dan kuat, sangat cocok sebagai tongkat jalan. Iksan lalu melepas rombongan pendakian yang juga diikuti Dion, tour guide SeaTrek.