Renungan dan kesadaran ini penting, tak sekadar bahwa kita termotivasi untuk kreatif dan inovatif berpikir, tetapi lebih dari itu, agar kita tak mewariskan peristiwa di penghujung karier, antitesa dari yang dibuktikan sang manajer andal, Jurgen Klopp.

Klopp bisa menghipnotis orang waras menjadi “setengah gila” meratapi kepergiaannya dengan segala cara, karena prestasi. Kita tak boleh membiarkan warga kita berpotensi jadi gila karena menyesali nasibnya, disebabkan pemimpinnya yang salah arah hingga sama sekali tak tahu arah, kemana harkat dan martabat mereka dilabuhkan kelak. Wallahua’lam. (*)