“Tentu Demokrat punya ukuran dalam mengusung bakal calon. Selain memiliki integritas dan kapasitas, bacaleg juga disurvei untuk layak maju atau tidak. Caleg yang telah terdaftar ini tentu sudah melewati uji kepatutan dan kelayakan,” tambahnya.

Menurutnya, selain sebagai Wakil Ketua DPD Demokrat, ia juga pucuk pimpinan di Halmahera Barat yang tentu membutuhkan sinergitas dan kerja sama yang baik dari legislatif kabupaten maupun provinsi untuk membantu kerja-kerja pemerintah daerah dalam menyukseskan program-program yang telah dirancang.

“Jadi kenapa saya mengusung istri saya Meri Popala dan Yanfrangky Luang agar kelak terpilih? Mereka berdua bisa membantu saya berupaya mendatangkan APBD untuk masuk di Halbar,” imbuhnya.

Ia bilang, Demokrat hadir untuk meringankan beban masyarakat Halmahera Barat dan Maluku Utara. Di Halmahera Barat sendiri, Demokrat telah terbukti berpihak terhadap masyarakat dan itu dirasakan semasa kepemimpinannya sebagai kader partai.

“Semasa kepemimpinan saya sebagai kader Demokrat telah mencetuskan program yang itu telah banya dirasakan oleh masyarakat Halbar, Walaupun masa kepemimpinan saya hanya berkisar 3 tahun dengan keterbatasan anggaran daerah, tapi selaku kader Demokrat dituntut untuk mengutamakan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, ia menegaskan, kelak jika caleg yang telah diusung dan diperjuangkan oleh Partai Demokrat menduduki kursi parlemen yang diamanatkan oleh masyarakat dan tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai DPRD, maka dirinya bakal mengusulkan ke DPP untuk melakukan pergantian antarwaktu (PAW).