Menurutnya, ada satu target operasi yang sudah direncanakan dan akan dieksekusi.

“Masih satu dua minggu ke depan sampai dengan awal tahun 2024, untuk bisa memastikan bahwa di Morotai ini mudah-mudahan bisa ketangkap TO atau target yang kami sudah tetapkan,” cetusnya.

Selain keterbatasan SDM, salah satu kendala yang tidak dimiliki BNN Morotai adalah alat deteksi peredaran narkoba masuk Morotai.

“Memang kami belum miliki. Kita lihat di bandara itu hanya mendeteksi logam, tapi kalau narkoba agak sulit, sehingga kami hanya melihat dari gerak-gerik orang,” terangnya.

“Tapi yang kami masih kecolongan itu di area pelabuhan, baik di pelabuhan besar, feri dan pelabuhan speedboat. Itu yang belum ada petugas khusus di situ, tapi kami tetap monitor,” tandas Fatahillah.