Mifta bilang, saat turun ke pasar, banyak pedangan menyampaikan keluhannya soal kerugian modal jualan.

“Rata-rata keluhan pedagang mengalami rugi, terus banyak ibu-ibu juga sampaikan keluhannya karena 2 bulan terakhir jualannya tidak laku,” imbuhnya.

Seperti dialami salah seorang pedagang barito bernama Yuni.

“Ibu ini berdagang demi biaya sekolah anaknya. Sekolahnya sempat tidak bisa melanjutkan karena tidak bisa bayar SPP, karena perputaran uang di Morotai sangat minim mencekam,” ucap perempuan asal Pulau Galo Galo ini.

Oleh sebabnya, langkah Ketua PBVSI Pulau Morotai ini adalah turun ke pasar supaya mengetahui kondisi masyarakat Morotai, terutama di pasar CBD.

“Jadi, sebagai caleg bukan hanya saat momentum politik, akan tetap ekonomi masyarakat di pasar sudah sejak lama dikeluhkan,” tukasnya.