Angkatan reformasi ini pun tak sedikit yang menjadi pejabat dan penentu kebijakan dilingkup pemerintahan. Di sini saya tidak akan sebut namanya satu per satu, tapi saya akan mendoakan agar kita semua menggapai kesuksesan dilingkungan kerja masing-masing. Angkatan ini juga melahirkan akadimisi, politisi dan pengusaha hebat yang menginspirasi.

Sedikitnya mungkin saya sebut sahabat Dr. Irham selaku rektor STIMI. Yang terbaru, sahabat Rahmatia Garwan meraih gelar doktor ilmu pangan di IPB Bagor. Di sini ada rasa bangga dan haru untuk angkatan reformasi, Smansa 98. Jika diidentifikasi, SDM angkatan ini cukup banyak, dan dipastikan untuk 5 tahun ke depan akan mengisi posisi-posisi strategis di daerah/ tempat kerja mereka.

Kerabat Smansa 98, hari ini kita melaksanakan reuni perak, tanpa terasa kita berada pada usia yang matang. Marilah kita melakukan “transisi sosial” untuk melepaskan sejenak status sosial yang kita sandang guna meramaikan hajatan reuni perak ini. Kalau bukan dari kita, siapa lagi. ajakan untuk “Baku bawa Bae Bae, baku sayang rasai teruslah terjaga dalam rumah besar Smansa Ternate.

Mengakhiri orasi Kebudayaan, izinkan saya mengutip pepatah orang Ternate (dolabolo) “manjanga sone sidika ma tadu, mancia sone sidika ma ronga (rusa mati meninggal tanduknya, manusia mati meninggalkan namanya)”.
Salam persahabatan dan salam angkatan reformasi. (*)