Menurut Haris, kesepakatan saat meeting yang dibuat panitia bersama tim yang ikut dalam turnamen tersebut menyebutkan, setiap tim yang lebih dulu membuat tindakan yang bersifat ricuh maka tim tersebut akan diberikan sanksi atau didiskualifikasi atau digugurkan.
“Kesepakatan meeting kan barang siapa yang bikin kacau dong yang dapat kasih gugur. Dengan dasar itu saya protes karena kesepakatan meeting sudah begitu,” ujarnya, Jumat (24/11).
Haris mengaku, sebelum dikeroyok, ia sempat adu mulut dengan salah satu pemain tim Domato A yang juga berstatus anggota polisi di Polsek Jailolo Selatan. Ketika terjadinya adu mulut, suporter Domato A masuk ke dalam lapangan dan mengeroyok dirinya hingga babak belur.
Ia menceritakan ketika massa merangsek masuk ke lapangan dia sendiri pun dihajar hingga terjatuh.
“Saya sempat lari cuma saya jatuh jadi mereka masuk pukul saya. Dorang dari Domato A itu pe pemain ada dua orang anggota polisi yang ikut main juga. Entah polisi pukul atau tidak, saya tidak tahu karena orang banyak,” terangnya.
“Termasuk kemarin itu massa banyak sekali bahkan bersama dengan pemain yang serobot ke arah saya. Sempat saya tidak mengenal mereka karena dengan jumlah yang banyak. Kalau misalnya polisi tersebut itu melerai, berarti tidak apa-apa, tapi ini dia tidak melerai makanya saya dikeroyok habis-habisan,” tambah Haris.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.