Muttiara memaparkan, merujuk kepada dukungan KKSS terhadap pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan (development suistainablity) sebagaimana yang disampaikan Presiden Jokowi pada pembukaan Forum Asean Intercultural dan Intereligius Dialogue Conference (IIDC) 2023, bahwa dunia sekarang sedang tidak baik-baik saja menurut Global East Index 2023.

“Konflik global semakin marak. Tahun 2008 ada 58 negara yang terlibat dalam konflik dan saat ini menjadi 91 negara. Angka kematian akibat konflik global pun meningkat menjadi 238.000 jiwa, dan dampak kerugian ekonomi naik 17% setara dengan 13% dari GDP Global,” paparnya.

Di sisi lain, masyarakat dunia mulai semakin tidak religius. Survei dari IPSOS Global Religion 2023, atas nama agama dan kepercayaan jumlah kekerasan fisik semakin meningkat. Akibatnya akan berdampak kepada moral masyarakat dunia, karena keyakinan bahwa moral yang baik sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan kepada tuhan.

“Jika tatanan ini rusak maka besar kemungkinan budaya dan tradisi di setiap negara juga akan punah. Jika keadaan global seperti itu, maka refleksi dari keadaan tersebut bisa saja berimbas hingga ke Bumi Fagogoru. Olehnya itu saya mengimbau agar kehadiran KKSS mampu menjaga tradisi toleransi yang kuat di tengah keberagaman budaya dan agama. KKSS harus mampu menjaga kerukunan dan mengelola keragaman etnisitas, suku, budaya, dan kepercayaan,” harapnya.

KKSS juga dituntut bukan hanya sekadar menjadi organisasi peduli dan berbagi, bukan pula hanya sekadar mendukung pemerintah dalam menjadikan Halmahera Tengah sebagai pusat dari pergerakan, tetapi terlebih kepada menjadikan Halmahera Tengah sebagai pusat harmonisasi.

Selain itu, fenomena gelaja alam berupa naiknya suhu panas bumi yang disebut gejala El Nino berpapasan dengan musim kemarau menjadi tantangan baru bagi kita semua, karena dampak yang ditimbulkan berupa tanaman rusak, kekurangan pasokan air, perpindahan habitat ikan, wabah penyakit berupa diare, flu dan demam berdarah.