Selain itu, pemda juga menerima curhatan PLN yang masih terkendala jalan. Alhasil, PLN harus mencari cara mendirikan tiang-tiang listrik untuk menghubungkan antardesa.
“Kemudian ada juga masyarakat yang masih mempertahankan lahannya, karena ada sebagian tanaman yang terkena jaringan listrik. Olehnya itu dengan sering terjadinya hal semacam ini selaku pemerintah daerah akan bersama kadis PMPD mengundang seluruh camat, kades-kades, BPD untuk dirembukkan terkait dengan hal tersebut,” ujarnya.
Setelah terpasang aliran listrik yang nanti masuk ke jaringan rumah, PLN memberikan support berupa subsidi 50 persen dari total biaya pemasangan instalasi. Ia berharap pemerintah desa juga dapat mendukung program yang akan dijalankan oleh PLN.
“Kita mendoakan semoga pada bulan Desember mendatang saudara-saudara kita yang beragama Nasrani di Kecamatan Loteng dan Kecamatan Loloda Selatan bisa merayakan hari raya Natal dan tahun baru dalam suasana yang terang,” tandas Djufri.
Sementara Dodi Suhendra, Manajer PLN Listrik Desa (LisDes) Provinsi Maluku Utara menyatakan, pihaknya sudah menyampaikan program-program yang tujuannya mendukung program bupati dan wakil bupati yakni Halbar Terang.
“Kita berharap dapat segera melistriki masyarakat di desa-desa, terutama di desa Tosomolo, Biolote, Barataku, Gamkahe, Pumadada, Baja sampai Jangailulu, agar di tahun 2023 hingga 2024 sudah bisa dinikmati oleh masyarakat setempat,” ungkapnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.